Kasus yang menyeret nama aktor Korea Selatan Kim Soo-hyun kembali menjadi sorotan publik. Kepolisian Korea Selatan kini mengungkap dugaan manipulasi bukti terkait hubungan Kim Soo-hyun dengan mendiang aktris Kim Sae-ron saat sang aktris masih di bawah umur.

Informasi ini muncul setelah penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Kepolisian Gangnam, Seoul. Dalam hasil penyelidikan tersebut, polisi menemukan beberapa bukti yang sebelumnya disebarkan oleh kanal YouTube HoverLab, atau yang juga dikenal sebagai Garo Sero Institute, diduga telah diedit.

Beberapa bukti yang menjadi fokus permasalahan antara lain adalah tangkapan layar percakapan KakaoTalk, rekaman suara yang diklaim milik Kim Sae-ron, serta dokumen percakapan yang diduga telah diubah.

Menurut laporan media Korea, JoongAng Ilbo, yang dikutip oleh Korea Herald, polisi menemukan adanya dugaan manipulasi pada chat yang dipublikasikan oleh kanal tersebut.

Polisi menyebut kepala kanal HoverLab, Kim Se-ui, diduga sengaja menyebarkan informasi palsu terkait Kim Soo-hyun. Tindakan ini diduga dilakukan demi mendapatkan keuntungan finansial, termasuk dari pendapatan YouTube.

Yang paling menjadi perhatian adalah dugaan bahwa Kim Se-ui sebenarnya mengetahui bahwa Kim Soo-hyun tidak pernah menjalin hubungan dengan Kim Sae-ron saat sang aktris masih di bawah umur. Namun, tuduhan tersebut tetap disebarkan ke publik.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan ada 11 tangkapan layar percakapan yang diterima dari keluarga Kim Sae-ron. Dari jumlah tersebut, tujuh bagian disebut sudah diedit, termasuk mengganti nama lawan bicara menjadi “Kim Soo-hyun”. Hasil editan itu kemudian dipublikasikan seolah-olah merupakan chat asli antara Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron. Padahal, sampai sekarang identitas asli lawan bicara dalam percakapan tersebut belum benar-benar dipastikan oleh pihak berwenang.

Bukan hanya chat, rekaman suara yang sebelumnya diklaim sebagai suara Kim Sae-ron juga ternyata diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kasus ini kini telah masuk ke tahap lebih serius. Polisi telah melimpahkan perkara tersebut ke Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul. Bahkan, jaksa juga sudah mengajukan permohonan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se-ui. Sidang terkait penahanan dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei mendatang.