Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Kali Noeponof meluap dan merendam rumah warga di Dusun C, Desa Skinu, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu (25/02/2026). Sekitar 30 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir tersebut, dengan sejumlah warga mengungsi ke rumah kerabat.

Pantauan melalui video yang beredar di grup WhatsApp menunjukkan air sungai meluap hingga masuk ke permukiman warga. Hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WITA hingga 15.30 WITA. Meskipun hujan telah reda, luapan Kali Noeponof tetap terjadi akibat tingginya debit air.

Yunrit Lopau, salah satu perangkat Desa Skinu, saat dikonfirmasi pada Rabu (26/02/2026) malam, membenarkan bahwa hujan deras memang kerap menyebabkan sungai meluap. Namun, kali ini debit air lebih besar dari biasanya.

“Biasanya kalau hujan lebat memang sudah sering meluap, tapi tidak sebanyak tadi. Kemungkinan karena hujan di daerah Manufui cukup deras dan berlangsung lama sehingga terjadi banjir yang cukup besar,” ujar Yunrit.

Ia menambahkan, masih terdapat beberapa titik rawan di wilayah Dusun Boknenu dan Dusun Botaf yang belum dipasangi bronjong. Kondisi ini menyebabkan air sungai mudah meluap ke permukiman warga.

“Masih ada beberapa titik rawan di Dusun Boknenu dan Dusun Botaf yang belum dipasang bronjong, sehingga air sungai meluap masuk ke pemukiman,” jelasnya.

Yunrit berharap adanya perhatian dari pemerintah desa maupun kabupaten untuk melakukan pemasangan bronjong di sepanjang bantaran sungai yang dekat dengan permukiman warga. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali, seperti banjir besar yang pernah terjadi pada tahun 2010.

“Harapan warga, kiranya ada perhatian dari pemerintah desa dan kabupaten untuk mengantisipasi musibah ini agar tidak memakan korban lagi seperti yang terjadi pada tahun 2010. Jika memungkinkan, seluruh bantaran sungai yang dekat dengan permukiman dapat dipasangi bronjong,” pungkasnya.