Jalan Nasional Pemalang–Pekalongan di depan Kantor Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengalami kerusakan parah dengan sejumlah lubang menganga. Kondisi ini telah menyebabkan serangkaian kecelakaan tunggal yang menimpa pengendara sepeda motor, mendorong desakan warga agar pemerintah segera mengambil tindakan perbaikan.

Menurut Karyono, seorang warga setempat yang diwawancarai Erapos Online pada Sabtu (14/2/2026), kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang terjadi dua hari berturut-turut. “Kemarin Jum’at (13 Februari 2026) pemotor jatuh di sini dalam kondisi kritis, sekarang Sabtu (14 Februari 2026) juga ada pemotor jatuh lagi,” ujar Karyono di lokasi kejadian.

Karyono menjelaskan, rata-rata korban terjatuh karena mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Hal ini menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan saat melintasi lubang di jalan. “Korban dari arah barat (Pemalang) menuju ke timur (arah Pekalongan), saat di lokasi karena ada jalan berlubang pengendara oleng dan jatuh,” ungkapnya.

Situasi diperparah dengan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan nasional tersebut. Sejumlah lampu PJU dilaporkan mati tanpa adanya perbaikan. Permintaan perbaikan PJU ini bahkan telah disuarakan dalam beberapa kesempatan rapat lintas sektoral di Kantor Kecamatan Ulujami, terakhir saat Musrenbang pada Senin (9/2/2026) kepada Dinas Perhubungan dan Perkim.

Pantauan wartawan pada Jumat (13/2/2026) malam menunjukkan, penerangan jalan nasional mati mulai dari Desa Ambowetan hingga Desa Rowosari, yang merupakan perbatasan Kabupaten Pemalang–Pekalongan. Lubang-lubang jalan yang menjadi penyebab kecelakaan berada di jalur sebelah utara atau arah Pemalang–Pekalongan, dengan diameter yang cukup lebar dan dalam. Dengan kondisi membahayakan ini, masyarakat mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki jalan berlubang dan PJU yang mati demi keselamatan pengguna jalan.