JAKARTA – Asa untuk tampil di ajang 2026 di Milan-Cortina, Italia, tampaknya masih jauh dari kenyataan. Hingga kini, belum ada catatan resmi mengenai partisipasi atlet Indonesia di kompetisi olahraga musim dingin terbesar di dunia tersebut. Indonesia, yang dikenal dengan iklim tropisnya, secara historis belum pernah mengirimkan atletnya untuk berlaga di Olimpiade Musim Dingin. Hal ini disebabkan oleh minimnya fasilitas olahraga musim dingin dan tradisi yang belum berkembang di tanah air. Federasi Indonesia (FHEI) sendiri baru bergabung sebagai anggota associate International Ice Hockey Federation (IIHF) pada 20 Mei 2016. Tim nasional hoki es Indonesia pun belum pernah mengikuti turnamen Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade, meskipun telah berpartisipasi dalam , Challenge Cup of Asia, dan Southeast Asian Games. Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) juga baru didirikan pada tahun 2016. Meskipun demikian, ada secercah harapan bagi Indonesia untuk dapat menorehkan sejarah di masa depan. Perkembangan olahraga es di Indonesia, seperti hoki es dan seluncur es, menunjukkan geliat positif. Terbaru, Indonesia akan berpartisipasi dalam Asian Winter Games 2025 di Harbin, Tiongkok, dengan mengirimkan enam atlet di cabang figure skating, short track speed skating, dan ice dancing. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan langkah besar untuk mengembangkan olahraga musim dingin di Indonesia. Selain itu, ada pula atlet muda seperti Zazi Betari Landman yang berlatih keras untuk menjadi atlet snowboard Olimpiade pertama Indonesia, dengan target Olimpiade Musim Dingin 2030 di Prancis. Olimpiade Musim Dingin 2026 sendiri akan diselenggarakan di Milan dan Cortina d’Ampezzo, Italia, pada 6 hingga 22 Februari 2026. Ajang ini akan mempertandingkan 16 cabang olahraga, termasuk hoki es, yang akan digelar di Milan. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai ketersediaan kuota atau kualifikasi bagi Indonesia untuk dapat berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin 2026.