Selebgram mengejutkan publik dengan pernyataannya yang berisi permohonan maaf di awal bulan . Unggahan ini muncul di tengah bergulirnya proses hukum yang melibatkan dirinya terkait dugaan perzinaan dan perselingkuhan.

Melalui akun Instagram pribadinya, @mommy_starla, Inara Rusli menuliskan pesan mendalam yang lahir dari perenungan panjang. Ia mengakui kesalahannya, kelalaiannya, dan keterbatasannya sebagai manusia. “Aku menyesal bukan karena ingin dimaafkan, melainkan karena akhirnya paham, ketidaksengajaan pun bisa melukai, dan ketidaktahuan bukan alasan untuk abai,” tulis Inara pada Kamis (19/2/2026) [2].

Permintaan Maaf untuk Anak dan Pihak yang Tersakiti

Dalam pesannya, Inara Rusli secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada ketiga buah hatinya. Ia mengakui belum sempurna sebagai seorang ibu dan belum selalu tahu cara mencintai dengan tepat. “Teruntuk anak-anak mami, maafin mami yang belum sempurna ya nak. Mami hanya manusia biasa yang kadang lalai, kadang lelah,” ujarnya [3].

Tak hanya kepada anak-anaknya, Inara juga memohon maaf kepada pihak-pihak yang mungkin merasa tersakiti akibat konfliknya. Ia berharap permintaan maaf ini menjadi awal untuk mengampuni diri sendiri, berdamai, belajar dari kesalahan, dan melangkah lebih ringan di bulan suci ini. “Teruntuk hati-hati yang pernah tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan hanya sekadar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri,” tuturnya [3].

Proses Hukum dan Upaya Mediasi

Permohonan maaf Inara Rusli ini muncul di tengah kasus dugaan perzinaan dan perselingkuhan yang dilaporkan oleh , istri dari . Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan oleh Polda Metro Jaya [3, 5]. Meskipun belum ada pertemuan langsung yang terealisasi, Inara menyatakan niatnya untuk meminta maaf secara langsung kepada Wardatina Mawa [6, 15].

Sementara itu, mantan suami Inara, Virgoun, juga baru-baru ini memberikan klarifikasi terkait laporan Inara Rusli ke Komnas Anak mengenai hak asuh anak. Virgoun membantah isu masalah ekonomi sebagai pemicu konflik dan menyatakan kesiapannya untuk mediasi dengan Inara [1, 12].

Inara Rusli sendiri menegaskan bahwa permintaan maafnya bukan semata-mata agar dimaafkan, melainkan sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab atas jejak yang telah ditinggalkan. Ia berharap dapat menjalani sisa bulan Ramadhan dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas, serta terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik [2, 5, 9].