Model Hailey Bieber (29) baru-baru ini membuka diri mengenai pengalaman pribadinya menghadapi kehamilan berisiko tinggi. Kondisi rahim yang ia miliki sempat menjadi perhatian serius sebelum akhirnya ia mengandung.
Dilansir dari Independent pada Selasa, 10 Maret 2026, Hailey mengungkapkan bahwa ia didiagnosis memiliki kondisi rahim yang membuat kehamilannya berisiko tinggi. Pengakuan ini disampaikan saat ia menjadi bintang tamu dalam podcast SHE MD, yang dipandu oleh Mary Alice Haney dan dokter kandungannya, Thaïs Aliabadi.
Dokter Peringatkan Risiko Septum Rahim
Dalam perbincangan tersebut, Hailey menjelaskan bahwa dokternya sempat memperingatkan agar ia menunda kehamilan. Peringatan itu diberikan karena Hailey memiliki kondisi yang dikenal sebagai septum rahim.
Menurut Hailey, dokter ingin memastikan kondisi tersebut diperiksa lebih lanjut sebelum ia merencanakan kehamilan. Septum rahim sendiri merupakan dinding tipis yang berada di dalam rongga rahim, dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Risiko Keguguran dan Kelahiran Prematur
Pada kasus Hailey, septum ini tergolong sedang dengan ukuran sekitar satu hingga dua sentimeter. Dokter menjelaskan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan.
Hailey disebut memiliki kemungkinan keguguran sekitar 25 hingga 40 persen. Selain itu, risiko kelahiran prematur juga mencapai 10 hingga 20 persen. Angka risiko tersebut sempat membuatnya khawatir ketika mengetahui kehamilannya, terutama karena perkembangan janin dapat memengaruhi kondisi septum di dalam rahim.
Perjuangan Persalinan dan Kelahiran Jack Blues Bieber
Meski demikian, Hailey bersyukur karena proses kehamilannya berjalan dengan baik. Putranya bersama sang suami, Justin Bieber, yang diberi nama Jack Blues Bieber, lahir setelah masa kehamilan yang panjang.
Hailey sebelumnya juga membagikan pengalaman persalinannya dalam wawancara dengan Vogue pada Mei 2025. Ia menyebut proses melahirkan sebagai pengalaman paling sulit yang pernah ia jalani.
Dalam wawancara tersebut, Hailey menjelaskan bahwa persalinannya berlangsung selama sekitar 18 jam tanpa epidural. Meskipun sempat mengalami komplikasi berupa pendarahan pascapersalinan, kondisi Hailey akhirnya kembali stabil, dan ia bersyukur dapat membawa pulang putranya dengan selamat.
Pengalaman Hailey Bieber ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan dan konsultasi medis sebelum merencanakan kehamilan, terutama bagi calon ibu yang mungkin memiliki kondisi rahim tertentu.




