Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memastikan gelaran Piala Dunia 2026 akan tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran global akibat konflik di Timur Tengah dan gejolak internal di Meksiko, dua dari tiga negara tuan rumah.

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada telah ditunjuk sebagai tuan rumah bersama untuk turnamen akbar empat tahunan ini. Namun, situasi geopolitik yang memanas, khususnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Timur Tengah, menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelangsungan acara tersebut.

Dampak Konflik Global pada Sepak Bola

Konflik di Timur Tengah telah menunjukkan dampaknya pada dunia sepak bola. Beberapa kompetisi tingkat Asia, seperti ACL Elite, ACL Two, dan AFC Challenge League, dilaporkan harus ditunda sebagai imbas dari situasi yang tidak kondusif. Kekhawatiran semakin memuncak mengingat Iran, salah satu negara peserta Piala Dunia 2026, dijadwalkan akan memainkan seluruh pertandingan babak grupnya di Amerika Serikat.

Bahkan, saat undian grup pada Desember 2025 lalu, delegasi Iran dilaporkan sempat mengalami kesulitan dalam mendapatkan visa untuk masuk ke AS, meskipun pada akhirnya mereka berhasil memperoleh izin. Kabar mengenai beberapa negara yang mempertimbangkan untuk menarik diri dari partisipasi di Piala Dunia 2026 juga beredar, dengan Iran menjadi salah satu yang paling disorot karena keterlibatannya langsung dalam konflik.

Iran sendiri dijadwalkan akan menghadapi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dalam fase grup di Amerika Serikat.

Gejolak di Meksiko dan Pernyataan FIFA

Selain konflik Timur Tengah, situasi di Meksiko juga sempat memanas menyusul kematian Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho. Pria tersebut merupakan buronan nomor satu di Meksiko karena keterlibatannya dalam perdagangan narkoba global, yang memicu ketidakstabilan di negara tersebut.

Menanggapi dua peristiwa besar ini, FIFA telah mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyatakan keyakinan bahwa Piala Dunia 2026 dapat dilaksanakan sesuai jadwal, sembari terus memantau perkembangan situasi secara langsung dan cermat.

Heimo Schirgi, Chief Operating Officer (COO) Piala Dunia, mengungkapkan pandangannya terkait situasi ini. “Jika saya memiliki bola kristal, saya akan mengatakan pada kalian apa yang akan terjadi. Tapi tentunya situasi terus berkembang, berubah dari hari ke hari dan kami terus memantaunya,” kata Schirgi, seperti dilansir dari AP News.

Schirgi menambahkan, “Kami bekerja dengan seluruh mitra dalam mengevaluasi situasi, dan pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari hingga pada suatu titik nanti akan ada resolusi. Dan juga Piala Dunia akan tetap berlangsung, bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami harap semua negara yang lolos dapat berpartisipasi.”

Peluang Timnas Indonesia?

Meskipun Timnas Indonesia gagal lolos dari babak kualifikasi, pertanyaan mengenai peluang Garuda untuk berpartisipasi muncul jika ada banyak negara yang memutuskan mundur. Namun, artikel ini tidak memberikan informasi faktual mengenai mekanisme atau kemungkinan Timnas Indonesia dapat lolos melalui jalur tersebut.