Dunia basket Tanah Air berduka atas meninggalnya Tjetjep Firmansyah, salah satu pelatih legendaris yang telah banyak menorehkan prestasi. Tjetjep mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di usia 62 tahun.
Pria kelahiran 29 Agustus 1963 ini dikenal sebagai sosok yang tidak asing di kancah basket nasional, terutama di jajaran pelatih. Ia merupakan kakak kandung dari pebasket ternama Ali Budimansyah.
Jejak Prestasi Gemilang
Selama kariernya, Tjetjep Firmansyah sukses membawa Aspac Jakarta meraih empat gelar juara beruntun. Prestasi tersebut meliputi dua gelar Kobatama pada musim 2000/01 dan 2002/03, serta dua gelar IBL pada musim 2003/04 dan 2005/06.
Tidak hanya di level klub, kiprah Tjetjep di tim nasional juga cemerlang. Ia berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di ajang SEA Games 2001 yang kala itu digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Terakhir, Tjetjep menangani tim nasional putra Indonesia yang diperkuat Mario Wuysang dan kolega pada SEA Games 2013 di Myanmar.
Menjelang akhir hayatnya, suami dari Puji Astutiningsih ini masih aktif berkontribusi di dunia basket. Ia membantu melatih tim putri PPOP DKI Jakarta di Ragunan. Nama Tjetjep juga sejatinya telah masuk dalam jajaran pelatih untuk kontingen PON DKI Jakarta yang akan berlaga pada tahun 2028 mendatang.
Rencananya, jenazah Tjetjep Firmansyah akan dimakamkan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu sore WIB.




