Senyum sumringah terpancar dari wajah anak-anak di Kampung Nelayan Sejahtera, Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Selasa (24/3/2026). Mereka berlarian di jalan lingkungan yang bersih, sementara para orang tua saling mengunjungi, menikmati suasana Lebaran tanpa bayang-bayang genangan air laut. Pemandangan ini jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ketika rasa waswas akan banjir rob selalu menghantui.

Beberapa tahun silam, perayaan Lebaran di kampung ini kerap diwarnai kekhawatiran. Banjir rob datang berulang kali, merendam lantai rumah, merusak perabotan, dan meninggalkan lingkungan yang tidak sehat. Kondisi ini membuat anak-anak tumbuh dalam kerentanan, sementara para orang tua menjalani hari dengan beban kecemasan yang tak berkesudahan.

Namun, perubahan signifikan mulai terasa sejak pembangunan kawasan ini pada tahun 2025. Program Kampung Nelayan Sejahtera, yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan diimplementasikan oleh Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta dukungan TNI-Polri dan berbagai pihak lain, telah menghadirkan harapan baru bagi warga pesisir.

Sebanyak 93 unit rumah tipe 36 kini berdiri rapi di kawasan tersebut. Setiap rumah dilengkapi dengan dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi. Tak hanya itu, akses air bersih, sanitasi yang memadai, jaringan listrik, hingga fasilitas sosial seperti masjid, taman, dan sentra UMKM turut melengkapi kehidupan baru warga.

Bagi Warsana (42), seorang nelayan yang telah melaut sejak remaja, perubahan ini terasa begitu nyata. Lebaran tahun 2026 ini menjadi yang paling berkesan sepanjang hidupnya. Ia mengungkapkan, “Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman. Jadi walaupun enggak punya banyak, tetap bisa ngerasain bahagia bareng keluarga,” ujar Warsana, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Sosial pada Senin (23/3).

Warsana, yang tinggal bersama istrinya, Kadmina (39), dan ketiga anak mereka, mengenang masa lalu. Dahulu, setiap kali melaut dini hari, pikirannya tak pernah benar-benar tenang. Bukan hanya soal hasil tangkapan, melainkan kondisi rumah yang sewaktu-waktu bisa terendam rob. “Kalau lagi kerja itu pasti ada rasa khawatir. Kepikiran terus rumah banjir, kepikiran anak istri. Tapi mau gimana, kalau khawatir terus, kerja juga jadi enggak fokus,” tambahnya.