Banjir di Kabupaten Grobogan dan Demak, Jawa Tengah, masih merendam ribuan rumah serta lahan pertanian hingga Minggu (22/2/2026). Genangan air yang meluas sejak 15 Februari lalu ini, kini memasuki pekan kedua tanpa tanda-tanda surut signifikan. Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan situasi di tengah status tanggap darurat yang diberlakukan.

Dampak di Grobogan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sedikitnya 10.061 keluarga di Grobogan terdampak banjir sejak 15 Februari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.736 rumah warga terendam air. Dua kecamatan, yaitu Tegowanu dan Godong, menjadi titik paling parah yang masih dilanda genangan.

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan telah menetapkan status tanggap darurat yang berlaku setidaknya hingga hari ini, 22 Februari 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.

Kondisi di Demak

Di Kabupaten Demak, dampak banjir tak kalah serius. BNPB mencatat 8.163 rumah terdampak genangan. Hamparan persawahan di wilayah Kebonagung, Plangwetan, dan Tlogosih masih terendam, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi signifikan di sektor pertanian yang menjadi penopang utama kawasan tersebut.

Upaya Penanganan

BNPB menyatakan telah melakukan upaya perbaikan tanggul yang jebol akibat luapan Sungai Tuntang. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menutup titik-titik kerusakan yang memicu meluasnya genangan di kedua kabupaten tersebut.

Petugas gabungan masih berupaya mengendalikan genangan hingga Jumat lalu (20/2/2026), dengan harapan aktivitas warga dapat segera kembali normal.