LONDON – Arsenal berhasil mempertahankan momentum perburuan gelar juara Liga Inggris setelah menundukkan rival sekota, Chelsea, dengan skor 2-1 dalam laga penuh intensitas di Emirates Stadium pada Senin, 02 Maret 2026. Kemenangan ini terasa unik lantaran ketiga gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut seluruhnya berasal dari skema sepak pojok.
Sejak peluit awal dibunyikan, The Gunners langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan bergelombang dilancarkan dari kedua sisi sayap, memaksa lini pertahanan The Blues bekerja keras. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-21. Berawal dari sepak pojok akurat yang dieksekusi Bukayo Saka, bola meluncur ke jantung pertahanan Chelsea. Setelah sempat terjadi kemelut, William Saliba menyambar bola dengan tandukan keras yang tak mampu dibendung kiper, membawa Arsenal unggul 1-0.
Drama Tiga Gol dari Sepak Pojok
Tertinggal satu gol, Chelsea tidak menyerah. Menjelang akhir babak pertama, tim tamu mendapatkan kesempatan serupa dari situasi sepak pojok. Reece James mengirim umpan lambung yang memicu kemelut di depan gawang Arsenal. Dalam upaya menghalau bola, bek Piero Hincapié justru melakukan kesalahan antisipasi, membuat bola meluncur masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri pada menit 45+2 itu mengubah skor menjadi 1-1, sekaligus menegaskan dominasi sepak pojok sebagai sumber gol di laga ini.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Arsenal yang tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri terus melancarkan serangan sporadis. Tekanan tersebut kembali membuahkan hasil dari skema bola mati. Pada menit ke-66, Arsenal kembali mendapatkan sepak pojok. Bola yang dikirim melengkung ke kotak penalti disambut dengan sundulan tajam oleh Jurriën Timber. Kiper Chelsea tak berdaya, dan gol ketiga dalam pertandingan ini, yang juga berasal dari sepak pojok, membawa Arsenal kembali memimpin 2-1.
Kartu Merah Warnai Babak Kedua
Situasi Chelsea semakin sulit empat menit berselang. Gelandang Pedro Neto melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan diganjar kartu kuning kedua, yang berarti ia harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan sepuluh orang di sisa waktu pertandingan menjadi tantangan berat bagi Chelsea untuk mengejar ketertinggalan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Arsenal berhasil mengendalikan tempo permainan dan mengamankan kemenangan penting. Tambahan tiga poin ini membuat Arsenal kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan total 64 poin, memperlebar jarak dari para pesaing terdekat. Konsistensi performa dalam beberapa pekan terakhir menjadikan Arsenal tim paling stabil di papan atas, menjaga asa mereka dalam perburuan gelar juara.



