Pembalap Pramac Yamaha MotoGP, Toprak Razgatlioglu, menghadapi tantangan besar menjelang debutnya di ajang balap motor paling bergengsi tersebut. Alih-alih antusiasme penuh, pembalap asal Turki ini justru dihadapkan pada kenyataan sulit: kepercayaan diri yang belum sepenuhnya terbangun, terutama terkait sensasi ban depan.
Razgatlioglu dijadwalkan memulai petualangan barunya bersama tim Pramac Yamaha pada seri pembuka MotoGP Thailand akhir pekan ini. Namun, hasil uji coba pramusim di Sirkuit Buriram belum memberikan sinyal positif. Ia finis di posisi nyaris paling belakang, dengan selisih waktu lebih dari dua detik dari pembalap tercepat. Ini menjadi indikasi jelas bahwa proses adaptasi masih jauh dari kata selesai.
Kendala Ban Depan Michelin
Masalah utama yang dihadapi Toprak Razgatlioglu terletak pada karakteristik ban depan Michelin yang digunakan di MotoGP. Selama berkarier di World Superbike (WSBK), Razgatlioglu dikenal dengan gaya pengereman yang sangat agresif dan late braking yang menjadi ciri khasnya.
Namun, transisi ke MotoGP dengan ban Michelin membuatnya merasa ragu saat motor mulai direbahkan ke tikungan. Ia mengakui bahwa pengereman itu sendiri bukan persoalan besar, tetapi kesulitan muncul saat mencoba memahami batas cengkeraman ban depan ketika menikung.



