Pemerintah Gampong Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Jroh Tabina. BUMG ini fokus pada pemberdayaan sumber daya lokal, melibatkan warga dalam berbagai unit usaha yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Pengembangan Usaha Berbasis Masyarakat
Unit usaha yang dikelola BUMG Jroh Tabina cukup beragam, mulai dari jasa cuci sepeda motor, peternakan kambing, pertanian lahan terbatas, hingga penyewaan kios. Keuchik Gampong Kota Baru, Eddy Erwinsyah, menegaskan bahwa seluruh unit usaha tersebut melibatkan warga setempat sebagai pengurus maupun pekerja.
“Alhamdulillah, semuanya sudah berjalan walaupun secara ekonomi belum mencapai hasil yang kami harapkan,” ujar Eddy kepada Pintoe.co pada Senin, 10 Agustus 2026.
Eddy menjelaskan, pengelolaan BUMG diprioritaskan bagi warga gampong, tanpa melibatkan tenaga kerja dari luar. Langkah ini diambil untuk membuka kesempatan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan usaha gampong. “Kami memanfaatkan tenaga dari warga sendiri. Kapasitas mereka terus kami tingkatkan melalui pelatihan dan studi banding ke BUMG yang sudah berhasil,” tambahnya.
Selain jasa, BUMG Jroh Tabina juga merambah sektor pertanian melalui kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT). Dalam skema ini, modal usaha disediakan oleh BUMG, sementara pengelolaan sepenuhnya dilakukan oleh kelompok tani. Hasil keuntungan kemudian dibagi sesuai kesepakatan.
Eddy menekankan, “Hasilnya dibagi sesuai kesepakatan. Ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi keluarga.”
Pemberdayaan Warga dan Transparansi Pengelolaan
Keberadaan BUMG tidak semata berorientasi pada keuntungan, melainkan juga membuka peluang kerja dan memberikan tambahan penghasilan bagi warga. Unit usaha cuci sepeda motor, misalnya, telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan pemasukan harian bagi masyarakat.
Sementara itu, hasil usaha pertanian, meski skalanya terbatas karena lahan yang tidak terlalu luas, telah memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi anggota kelompok tani. “Memang lahannya tidak besar, tetapi hasilnya sudah bisa dirasakan oleh anggota kelompok tani. Setidaknya ada tambahan pendapatan bagi ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tersebut,” lanjut Eddy.
Pemerintah Gampong Kota Baru juga menjunjung tinggi transparansi dalam pengelolaan BUMG. Laporan hasil usaha disampaikan secara rutin kepada masyarakat melalui musyawarah pertanggungjawaban yang membahas perkembangan usaha dan kondisi keuangan BUMG. Meskipun keuntungan BUMG belum maksimal, sebagian pendapatan tetap dialokasikan untuk pengadaan aset usaha. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pengembangan usaha dalam jangka panjang.
Inovasi Pelayanan Administrasi dan Tantangan Data
Di sisi lain, Pemerintah Gampong Kota Baru telah memiliki aplikasi pendukung pelayanan administrasi. Namun, pelayanan tetap dilakukan secara langsung di kantor gampong untuk menjaga komunikasi dengan warga. “Kami mempertahankan pelayanan langsung agar interaksi dengan masyarakat tetap terjaga. Semua layanan juga gratis tanpa pungutan biaya,” kata Eddy.
Proses administrasi kini didukung teknologi digital, memungkinkan pembuatan surat selesai dalam hitungan menit hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kendala utama yang masih dihadapi adalah keterbatasan akses pembaruan data kependudukan. Perubahan data warga sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sehingga pemerintah gampong harus meminta data secara berkala kepada instansi tersebut.
Komitmen untuk Kesejahteraan Jangka Panjang
Pemerintah Gampong Kota Baru berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan BUMG, meningkatkan kapasitas pengurus, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Eddy menutup, “Kami berharap BUMG Geruh Naguna semakin berkembang, mampu meningkatkan kesejahteraan warga, dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Gampong Kota Baru.”




