Panitia Piala Presiden 2026 menerapkan kebijakan fleksibel terkait pergantian pemain, mengizinkan setiap tim melakukan hingga 12 substitusi dalam satu pertandingan. Aturan ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera pemain akibat jadwal turnamen yang padat, sekaligus memberikan kesempatan rotasi bagi seluruh skuad.

Wakil Ketua Pelaksana Piala Presiden 2026, Risha Adi Widjaja, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai fleksibilitas maksimal ini telah dilakukan sejak awal. Hal tersebut untuk menjawab kekhawatiran para pelatih terkait kondisi fisik pemain.

“Kami memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada setiap pelatih untuk melakukan rotasi pemain sesuai kebutuhan mereka,” ujar Risha Adi Widjaja, Kamis (06/08/2026).

Risha menambahkan, kebijakan ini juga memungkinkan para pelatih untuk melakukan eksperimen taktik dan strategi tanpa khawatir menguras energi pemain kunci. Pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 sendiri baru saja diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Selasa (4/8) lalu.

Lebih lanjut, Risha memastikan bahwa regulasi pergantian pemain ini telah disosialisasikan secara transparan kepada semua pihak yang terlibat. Informasi lengkap telah disampaikan dalam Match Coordination Meeting (MCM) yang dihadiri oleh manajer dan pelatih setiap tim peserta.

“Setiap manajer tim sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai regulasi ini. Tidak ada yang tersembunyi atau mengejutkan,” tegasnya.

Dengan adanya kebebasan hingga 12 pergantian pemain, panitia berharap kesehatan dan performa atlet tetap terjaga sepanjang turnamen Piala Presiden 2026.