Di tengah hiruk pikuk Kota Banda Aceh, sebuah inisiatif ekonomi lokal telah berdenyut selama lebih dari satu dekade. Pasar Kaget Gampong Lhongcut, yang dikelola secara swadaya oleh para pemuda setempat dengan dukungan pemerintah gampong, kini menjadi magnet bagi warga dari berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Beroperasi hanya sekitar dua jam setiap pagi, pasar rakyat ini membuktikan diri sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat yang tangguh. Lokasinya yang strategis, di sekitar meunasah, lorong gampong, dan depan rumah warga, memudahkan akses bagi pembeli.
Denyut Ekonomi Pagi Hari
Setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, Pasar Kaget Gampong Lhongcut menjadi pusat transaksi jual beli. Berbagai komoditas kebutuhan harian tersedia lengkap, mulai dari bahan pangan pokok hingga sayur-mayur segar. Keberadaan pasar ini menjadi andalan warga lokal maupun masyarakat dari gampong sekitar yang mencari harga terjangkau.
Pengelolaan pasar ini sepenuhnya berada di tangan pemuda Gampong Lhongcut. Mereka tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga membuka kesempatan bagi pedagang dari luar gampong untuk turut berjualan. Sistem retribusi yang diterapkan pun terbilang fleksibel dan terjangkau.
Rasya, salah seorang pemuda Gampong Lhongcut yang terlibat dalam pengelolaan, menjelaskan keluwesan aturan tersebut. “Yang jualan bisa siapa aja, cuma nanti ada bayar uang lapak 5–10 ribu rupiah,” ujarnya kepada Pintoe.co.
Dukungan Pemerintah Gampong dan Daya Tarik Pembeli
Pemerintah Gampong Lhongcut berperan sebagai fasilitator utama dengan menyediakan lokasi bagi para pedagang. Mayoritas pedagang memang berasal dari luar gampong, namun hal ini tidak mengurangi daya tarik pasar.
Meskipun harga yang ditawarkan mengikuti harga pasaran umum, Pasar Kaget tetap ramai dikunjungi. Kelengkapan komoditas dan lokasi yang strategis menjadi faktor penarik utama. Rusdiansyah, Sekretaris Desa Gampong Lhongcut, membenarkan hal tersebut.
Menurut Rusdiansyah, Pasar Kaget telah beroperasi selama lebih dari 10 tahun. “Pembelinya ramai sekali, dari berbagai kampung lain sengaja datang ke mari untuk belanja,” ungkapnya.
Gampong Lhongcut sendiri dihuni oleh sekitar 2.100 jiwa atau 620 Kepala Keluarga (KK). Secara geografis, gampong ini diapit oleh Gampong Alam Raya, Nibol, dan Alam Lagang. Administratifnya, Gampong Lhongcut terbagi menjadi empat dusun: Dusun Ujung Aloh, Dusun Ujung Menasah, Dusun Ujung Bukat, dan Dusun Ujung Blang.
Kolaborasi apik antara pemerintah gampong sebagai penyedia fasilitas dan pemuda sebagai pengelola menjadi kunci keberlangsungan Pasar Kaget ini. Kehadiran pasar rakyat ini tidak hanya memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sukses menarik warga dari berbagai gampong di sekitarnya untuk berbelanja ke Gampong Lhongcut.



