Setiap musim panas, penggemar sepak bola di Jerman, khususnya Bavaria, menantikan satu pertandingan uji coba yang hasilnya sudah bisa ditebak. Raksasa Bundesliga, Bayern Munich, akan berhadapan dengan tim amatir FC Rottach-Egern dan hampir selalu menghajar mereka dengan skor telak dua digit. Laga ini bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa, melainkan sebuah tradisi unik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi pertemuan rutin antara klub raksasa Eropa dan tim dari desa kecil ini?
Kedekatan Lokasi Kamp Pelatihan dan Balas Budi
Alasan utama di balik tradisi ini adalah kedekatan geografis. Setiap pramusim, Bayern Munich rutin menggelar kamp pelatihan di Tegernsee, sebuah kawasan danau yang indah di Bavaria selatan. Di kawasan yang sama, tepatnya di sebuah desa kecil di tepi danau, berdirilah FC Rottach-Egern. Markas Bayern saat pemusatan latihan dan kandang Rottach-Egern hanya berjarak sangat dekat, bahkan bisa dibilang bersebelahan.
Kedekatan lokasi ini kemudian menumbuhkan tradisi yang telah berjalan puluhan tahun. Bayern Munich telah menggunakan Tegernsee sebagai lokasi kamp pelatihan selama beberapa dekade. Sebagai bentuk terima kasih atas sambutan hangat dan keramahan warga setempat, Bayern selalu menyisipkan satu pertandingan persahabatan melawan klub desa, FC Rottach-Egern, sebelum mengakhiri masa pemusatan latihan mereka.
Momen Istimewa bagi Klub Divisi Sembilan
Bagi FC Rottach-Egern, yang berkompetisi di divisi kesembilan atau Kreisklasse—kasta terendah dalam piramida sepak bola Jerman—kesempatan berhadapan dengan klub sekelas Bayern adalah momen yang sangat istimewa. Para pemain Rottach-Egern, yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai tukang kayu, mekanik, atau pekerjaan lainnya, dapat merasakan sensasi bermain melawan bintang-bintang dunia.
Tradisi ini, yang pertama kali digelar pada tahun 2018, kini telah menjadi agenda tetap setiap musim panas, dinantikan oleh seluruh warga desa dan penggemar sepak bola lokal.
Lebih dari Sekadar Skor Telak
Meskipun pertandingan ini sering kali berakhir dengan skor yang sangat timpang, seperti 20-2 pada tahun 2018, 23-0 pada 2019, 27-0 pada 2023, 14-1 pada 2024, dan 15-0 pada tahun 2026, tradisi ini memiliki makna yang lebih dalam.
Bagi Bayern, laga ini menjadi ajang penting untuk memberikan menit bermain kepada para pemain muda, pemain yang baru pulih dari cedera, atau mereka yang baru kembali dari tugas internasional. Sementara itu, bagi FC Rottach-Egern dan warga Tegernsee, pertandingan ini adalah semacam hari raya kecil, sebuah kesempatan langka untuk menyaksikan langsung klub raksasa Jerman bermain di desa mereka sendiri.



