Anggapan bahwa semua jenis hepatitis dapat menular melalui makanan ternyata tidak sepenuhnya tepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, hanya dua dari lima jenis utama virus hepatitis, yakni hepatitis A dan E, yang memiliki jalur penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Jenis hepatitis lainnya memiliki cara penularan yang berbeda.
Hepatitis sendiri merupakan kondisi peradangan pada organ hati atau liver. Penyakit ini tidak selalu disebabkan oleh infeksi virus, melainkan juga dapat dipicu oleh konsumsi alkohol berlebihan, paparan zat beracun, efek samping obat-obatan tertentu, hingga gangguan autoimun.
Kondisi peradangan hati ini bisa bersifat akut, berlangsung dalam waktu singkat, atau berkembang menjadi kronis. Apabila tidak ditangani dengan baik, hepatitis kronis berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis, gagal hati, bahkan kanker hati.
Hepatitis A dan E: Penularan Lewat Makanan dan Air
Menurut penjelasan WHO, hepatitis A (HAV) adalah salah satu jenis yang menular melalui jalur fekal-oral. Ini berarti seseorang dapat terinfeksi setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja dari penderita hepatitis A.
Risiko penularan HAV cenderung lebih tinggi di wilayah dengan sanitasi yang kurang memadai atau akses air bersih yang terbatas. Virus hepatitis A juga dikenal memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan. Oleh karena itu, makanan yang tampak bersih sekalipun belum tentu bebas dari virus jika proses pengolahan dan kebersihan lingkungannya tidak terjaga.
Selain hepatitis A, hepatitis E (HEV) juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi virus. Pada sebagian besar kasus, infeksi hepatitis E bersifat akut dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun, infeksi HEV memerlukan perhatian khusus pada ibu hamil, terutama saat memasuki trimester ketiga kehamilan. Dalam kondisi tersebut, hepatitis E dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal hati hingga kematian.
Perbedaan Jenis Hepatitis Lainnya
WHO mengidentifikasi lima jenis utama virus hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing jenis memiliki cara penularan, tingkat keparahan, serta penanganan yang berbeda. Sementara hepatitis A dan E menular melalui jalur fekal-oral, jenis hepatitis B, C, dan D memiliki mekanisme penularan yang berbeda, seperti melalui darah atau cairan tubuh lainnya, yang tidak terkait dengan makanan.




