Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kepemimpinannya.
Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan tujuh arahan krusial kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Arahan ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi ini juga menjadi persiapan penting menjelang pidato kenegaraan yang akan disampaikan pada bulan Agustus mendatang.
Evaluasi Kinerja Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah menghadapi berbagai tantangan signifikan sejak awal bekerja. Tantangan tersebut meliputi kondisi ekonomi global yang dinamis, gejolak geopolitik, hingga implementasi sejumlah program strategis nasional yang kompleks.
Menurutnya, evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan atau membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Sebaliknya, evaluasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target yang ditetapkan dan memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tujuh Arahan Presiden Prabowo kepada Kabinet
Dalam arahannya, Presiden meminta seluruh menteri untuk fokus pada beberapa poin utama, yaitu:
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah.
- Mempercepat penyelesaian program yang masih mengalami kendala.
- Memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga.
- Mengutamakan hasil kerja yang langsung dirasakan masyarakat.
- Menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
- Menyusun laporan kinerja secara komprehensif menjelang pidato kenegaraan.
- Menjaga semangat kerja dan soliditas Kabinet Merah Putih dalam menjalankan mandat pemerintahan.
Tekankan Kerja Nyata dan Efisiensi
Prabowo menegaskan bahwa setiap kementerian harus bekerja lebih efektif, efisien, dan terukur. Ia mengingatkan bahwa masyarakat menilai kinerja pemerintah dari hasil kerja konkret yang benar-benar dirasakan, bukan sekadar dari banyaknya program yang diumumkan.
Oleh karena itu, seluruh kementerian diinstruksikan untuk mempercepat realisasi berbagai kebijakan prioritas. Langkah ini krusial agar target pembangunan dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Persiapan Pidato Kenegaraan
Sidang kabinet ini juga merupakan bagian integral dari persiapan pemerintah menjelang penyampaian pidato Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut, pemerintah akan memaparkan capaian pembangunan selama satu tahun terakhir sekaligus menguraikan arah kebijakan yang akan ditempuh pada periode berikutnya.
Untuk mendukung hal tersebut, seluruh kementerian diminta untuk menyusun laporan capaian secara akurat dan berbasis pada hasil kerja yang telah dicapai. Pemerintah juga diminta untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan yang ada.




