Demam Piala Dunia 2026 telah melahirkan bintang muda baru di panggung sepak bola global. Jika sebelumnya nama-nama seperti Erling Haaland atau Jude Bellingham mendominasi, kini perhatian dunia tertuju pada satu remaja fenomenal: Lamine Yamal.
Laga final Piala Dunia yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat atau Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB, menjadi saksi sejarah. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Lamine Yamal berhasil mengantarkan Timnas Spanyol meraih gelar juara dunia, sebuah prestasi yang memukau.
Di tengah sorotan gemerlap prestasinya di lapangan hijau, ada kehangatan yang terpancar dari tribun penonton. Kedua orang tua Lamine Yamal turut hadir memberikan dukungan penuh. Menariknya, orang tua Lamine diketahui masih sangat muda saat melahirkannya.
Latar Belakang Keluarga Imigran dan Perjuangan Sang Nenek
Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007, di dekat kota Barcelona, Spanyol. Ia merupakan putra dari pasangan Mounir Nasraoui dan Sheila Ebana, yang saat ini berusia pertengahan 30-an.
Keluarga ini memiliki latar belakang imigran yang penuh ketangguhan. Ibunya berasal dari Guinea Ekuatorial, sementara sang ayah dari Maroko. Keduanya tiba di Catalonia, Spanyol, sejak masih kecil berkat perjuangan keras sang nenek.
“Yang pertama tiba adalah nenek saya, yang menyelinap naik bus dari Maroko dan berhasil sampai ke Mataro,” cerita Lamine Yamal saat menjadi tamu di podcast Resonancia de Corazón.
Ia melanjutkan, “Dia mulai bekerja tiga shift agar ayah saya bisa datang. Ketika nenek saya bekerja dan mendapatkan uang, dia membayar seorang wanita untuk membawa ayah dan saudara perempuannya yang saat itu masih berusia tiga tahun.”
Perjuangan Ibu Lamine di Restoran Cepat Saji
Orang tua Lamine Yamal pertama kali bertemu saat masih remaja di Barcelona. Namun, keduanya memutuskan untuk bercerai ketika Lamine baru berusia tiga tahun.
Setelah perpisahan orang tuanya, Lamine dibesarkan oleh ibunya, Sheila Ebana, di Granollers, sebuah kota kecil di sebelah timur laut Barcelona. Perjuangan sang ibu untuk menafkahi Lamine kecil tidaklah mudah. Melansir laporan The Athletic, Sheila bahkan sempat bekerja di sebuah restoran cepat saji demi menyambung hidup dan membesarkan putranya.



