Juli 2026 menjadi bulan penuh dinamika bagi jagat olahraga global. Sorotan utama tertuju pada gelaran akbar Piala Dunia 2026 yang telah merampungkan babak 16 besar, menyisakan delapan tim terbaik dengan sejumlah kejutan dramatis.

Piala Dunia 2026: Kejutan dan Dominasi Eropa di Perempat Final

Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2026 yang digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kini telah memasuki babak perempat final. Laga-laga dramatis mewarnai fase gugur, termasuk kebangkitan luar biasa dari juara bertahan Argentina.

Delapan tim yang berhasil melaju ke perempat final adalah Prancis, Maroko, Norwegia, Inggris, Spanyol, Belgia, Argentina, dan Swiss. Komposisi ini menunjukkan dominasi Eropa yang sangat kuat dengan enam wakil, sementara Amerika Selatan dan Afrika masing-masing hanya diwakili oleh Argentina dan Maroko. Tiga negara tuan rumah, AS, Kanada, dan Meksiko, harus rela tersingkir lebih awal, menandakan persaingan di edisi kali ini benar-benar terbuka.

Laga paling dramatis tersaji saat Argentina berhadapan dengan Mesir. Sempat tertinggal 0-2, Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2. Messi mencetak satu gol dan satu assist, sebelum Enzo Fernández memastikan gol kemenangan di masa injury time. Ini adalah kali pertama dalam sejarah Piala Dunia sebuah tim berhasil memenangkan laga knockout setelah tertinggal dua gol pada menit ke-75.

Di sisi lain, Swiss berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954, setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti.

Sementara itu, kejatuhan Brasil menjadi narasi tersendiri. Tim Samba yang identik dengan jogo bonito harus tersingkir di tangan Norwegia, memperpanjang masa paceklik gelar sejak 2002. Kritik pun mulai bermunculan, menyebut sepak bola Brasil yang dulu penuh improvisasi kini terlalu “Eropa” dan kehilangan identitasnya.