Empat tahun adalah rentang waktu yang cukup untuk menyembuhkan luka, namun tidak untuk melupakan sebuah kekalahan. Tim Nasional Maroko kini memiliki kesempatan emas untuk menuntaskan rasa penasaran sekaligus membalas kekalahan menyakitkan dari Prancis di ajang Piala Dunia.

Momen yang dinanti itu tiba pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Maroko dan Prancis dijadwalkan berhadapan di Stadion Boston pada Jumat, 10 Juli 2026 dini hari WIB. Laga ini diprediksi menjadi salah satu duel paling panas dan paling dinanti di babak delapan besar.

Bagi skuad berjuluk Singa Atlas, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Ada kenangan pahit yang masih membekas dari semifinal Piala Dunia 2022, ketika langkah mereka dihentikan oleh Les Bleus dengan skor 0-2. Kekalahan tersebut menjadi titik balik bagi Maroko untuk berbenah.

Namun, Maroko yang akan tampil di Boston bukanlah tim yang sama seperti empat tahun silam. Sejak Mohamed Ouahbi mengambil alih kursi pelatih, wajah permainan wakil Afrika itu telah berubah drastis. Sosok yang sukses mengantar Maroko U-20 menjuarai Piala Dunia pada 2025 itu berhasil membawa filosofi berbeda ke level senior.

Jika sebelumnya Maroko dikenal mengandalkan pertahanan rapat dan menunggu kesalahan lawan, kini mereka tampil lebih berani menguasai permainan. Penguasaan bola yang lebih dominan dipadukan dengan serangan balik cepat telah menjadi identitas baru yang membuat banyak lawan kesulitan.

Perubahan signifikan ini terlihat jelas sepanjang perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026. Mereka berhasil melewati hadangan Belanda melalui drama adu penalti, sebelum kemudian tampil meyakinkan saat mengalahkan Kanada dengan skor telak 3-0 di babak sebelumnya.

Transformasi ini pula yang membuat pelatih Prancis, Didier Deschamps, dikabarkan tidak tenang menghadapi Maroko. Ia menyadari bahwa lawan yang akan dihadapi timnya adalah kandidat kuat juara Piala Dunia 2026, bukan lagi tim yang bisa diremehkan.