Tim nasional Amerika Serikat (AS) sukses membungkam Paraguay dengan skor telak 4-1 dalam laga perdana Grup D Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Los Angeles, Inglewood, pada Sabtu (13/6) pagi WIB tersebut berlangsung seru dan penuh drama.

Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung menunjukkan dominasinya. Amerika Serikat tampil perkasa dengan penguasaan bola mencapai 70 persen di awal-awal pertandingan, membuat publik yang memadati stadion tak henti-hentinya memberikan dukungan.

Babak Pertama: Gol Bunuh Diri dan Brace Balogun

Keunggulan cepat berhasil diraih Amerika Serikat saat laga baru berjalan tujuh menit. Gol pembuka tercipta berkat pergerakan lincah Weston McKennie yang menusuk ke kotak penalti. Umpan silang yang dilepaskannya untuk Folarin Balogun justru mengenai kaki bek Paraguay, Damian Bobadilla, dan bola meluncur deras ke gawangnya sendiri. Kiper Orlando Gill hanya bisa terdiam menyaksikan bola masuk.

Pada menit ke-28, Folarin Balogun sempat merayakan gol setelah berhasil menerobos pertahanan Paraguay. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena posisi Balogun sudah lebih dulu berada dalam posisi offside.

Tiga menit berselang, tepatnya menit ke-31, Balogun akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor. Christian Pulisic, yang menjadi motor serangan, memberikan umpan matang kepada Balogun di dalam kotak penalti. Striker AS Monaco itu melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Paraguay, mengubah skor menjadi 2-0.

Dominasi Amerika Serikat di babak pertama belum berakhir. Di masa injury time, tepatnya menit ke-45+5, Balogun kembali mencetak gol. Menerima umpan terobosan dari Malik Tillman, ia dengan ciamik melewati hadangan dua pemain Paraguay sebelum melepaskan tembakan ke sudut kiri atas gawang. Gol ini sekaligus menorehkan sejarah bagi Balogun sebagai pemain pertama yang mencetak brace di Piala Dunia 2026. Babak pertama pun usai dengan keunggulan telak 3-0 untuk tuan rumah.

Babak Kedua: Gol Hiburan Paraguay dan Rotasi Pemain

Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit melambat. Amerika Serikat, yang sudah unggul tiga gol, cenderung lebih santai dalam menguasai bola. Pelatih Mauricio Pochettino melakukan rotasi pemain dengan menarik Christian Pulisic pada awal babak kedua untuk menjaga kebugarannya.