Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan segera melelang 11 titik tambahan pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Proyek ini akan melengkapi 93 titik SR yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Proses lelang ditargetkan rampung pada Juni 2026, dengan penandatanganan kontrak direncanakan pada Juli 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, lelang tambahan ini dilakukan untuk menutupi kekurangan dari proyek pembangunan SR sebelumnya. “Berikutnya untuk tambahannya, ada 11 sudah akan kami lelang. Mudah-mudahan dalam Juni ini bisa selesai dan Juli kami tanda tangan kontrak,” ujar Dody dalam acara Update Infrastruktur Semester I-2026 di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dengan penandatanganan kontrak pada Juli, pemerintah menargetkan seluruh pembangunan 104 titik Sekolah Rakyat dapat diselesaikan pada Desember 2026. Dody menambahkan, beberapa lokasi sebelumnya belum dapat dilelang karena kendala kesiapan lahan. “Harusnya targetnya total 100 ya. Cuman kemarin ada beberapa lokasi yang lahannya belum siap dan seterusnya, dan ini kebetulan sudah siap dan kami sekarang langsung lelang,” ungkapnya.
Progres dan Tantangan Pembangunan
Sementara itu, progres pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat yang telah berjalan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.
Dody menyebut, sejumlah kendala sempat terjadi di lapangan, termasuk perlambatan akibat libur Iduladha serta masalah keuangan penyedia jasa konstruksi. Namun, berbagai kendala tersebut telah dikoordinasikan agar tidak menghambat progres pembangunan.
Para kontraktor saat ini tengah mempercepat pekerjaan untuk mengejar target penyelesaian sebelum tahun ajaran baru dimulai. “Semua penyedia jasa sepertinya memang sedang optimistis, sedang berlari kencang untuk ngejar 20 Juni bisa selesai,” pungkas Dody.




