Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada Minggu, 31 Mei 2026. Untuk ukuran 1 gram, harga dasar emas Antam dibanderol Rp2.799.000. Setelah ditambah pajak PPh 0,25 persen, harga jualnya mencapai Rp2.805.998 per gram.

Kenaikan ini cukup mencolok, mencapai sekitar Rp25.000 per gram dibandingkan harga dua hari sebelumnya, Jumat, 29 Mei 2026, yang berada di angka Rp2.774.000 per gram. Harga acuan ini diperbarui setiap hari pukul 08.30 WIB.

Rincian Harga Emas Antam Berbagai Ukuran

Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran, termasuk harga dasar dan harga setelah pajak:

  • 0,5 gram: Rp1.449.500 (dasar) / Rp1.453.124 (dengan pajak)
  • 1 gram: Rp2.799.000 (dasar) / Rp2.805.998 (dengan pajak)
  • 2 gram: Rp5.538.000 (dasar) / Rp5.551.845 (dengan pajak)
  • 5 gram: Rp13.770.000 (dasar) / Rp13.804.425 (dengan pajak)
  • 10 gram: Rp27.485.000 (dasar) / Rp27.553.713 (dengan pajak)
  • 100 gram: Rp274.112.000 (dasar) / Rp274.797.280 (dengan pajak)
  • 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.739.600.000 (dasar) / Rp2.746.449.000 (dengan pajak)

Emas Batangan Edisi Khusus dan Koleksi

Selain emas batangan reguler, Antam juga menawarkan edisi khusus atau gift series dengan harga berbeda:

  • 0,5 gram gift series: Rp1.519.500 (dasar) / Rp1.523.299 (dengan pajak)
  • 1 gram gift series: Rp2.949.000 (dasar) / Rp2.956.373 (dengan pajak)
  • Edisi Selamat Idul Fitri 5 gram: Rp14.743.000 (dasar) / Rp14.779.858 (dengan pajak)

Antam juga menyediakan edisi Imlek dalam ukuran 8 gram dan 88 gram, serta edisi Batik Seri III ukuran 10 gram dan 20 gram.

Harga Perak Murni

Untuk perak murni, Antam menjual ukuran 250 gram. Meskipun harga lengkapnya tidak tercantum dalam informasi yang tersedia, harga perak murni umumnya berkisar antara Rp12.000.000 hingga Rp15.000.000, tergantung ukuran.

Faktor Pemicu Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas yang terjadi dalam dua hari terakhir ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah tingginya ketidakpastian geopolitik global, terutama ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong investor untuk mengalihkan dananya ke aset safe haven seperti emas, yang dianggap lebih stabil di tengah gejolak ekonomi dan politik.