Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat, namun mengakui adanya potensi pengaruh pada sektor investasi.
Bupati Cirebon, Imron, menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah lebih dirasakan pada barang-barang impor dan sektor investasi yang berkaitan langsung dengan transaksi dolar Amerika Serikat.
“Kebutuhan pokok seperti beras, dan komoditas pangan lokal lainnya relatif stabil karena diproduksi oleh masyarakat di dalam negeri,” ujar Imron. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Cirebon masih dalam batas stabil.
Meski demikian, Imron mengakui bahwa pelemahan rupiah dapat memengaruhi iklim investasi di daerah, khususnya bagi pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor maupun transaksi internasional.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengendalian harga kebutuhan pokok guna menjaga daya beli masyarakat.
Terkait penguatan nilai rupiah, pemerintah daerah berharap langkah strategis dari pemerintah pusat dapat segera dilakukan agar kondisi ekonomi nasional tetap terjaga.




