Kesehatan jemaah haji Indonesia menjadi perhatian serius menjelang puncak ibadah di Tanah Suci. Sebanyak 60 jemaah haji Indonesia saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Makkah, Arab Saudi. Kondisi ini mendorong pemerintah mengimbau jemaah untuk menjaga stamina di tengah cuaca panas dan padatnya aktivitas ibadah.

60 Jemaah Haji Dirawat, KKHI Makkah Jelaskan Sistem Pelayanan

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Mohammad Rizki, mengungkapkan bahwa jemaah yang sakit umumnya lebih dulu ditangani di layanan kesehatan tingkat kloter sebelum dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap. “Kalau kasus-kasus yang memerlukan perawatan lebih lanjut maka akan segera dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 14 Mei 2026.

Rizki menjelaskan, sistem pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia terstruktur dari layanan di kloter, pos kesehatan satelit atau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga rujukan rumah sakit di Arab Saudi. Indonesia saat ini memiliki 39 pos kesehatan satelit dengan level Urgent Care Center (UCC) 3, serta satu pos kesehatan di KKHI dengan level UCC 2.

“Untuk level 2, kami melayani kasus-kasus emergency. Sementara level 3 melayani kasus yang tidak memerlukan penanganan segera atau masih bisa ditangani dalam rentang waktu 30 menit hingga dua jam,” jelas Rizki. Ia juga mengingatkan bahwa jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta menjadi kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Energi Jelang Puncak Haji

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan langkah ini penting untuk menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima menghadapi rangkaian ibadah puncak haji.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina,” ujarnya.

Hingga hari ke-24 operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 395 kelompok terbang dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak bertahap dari Madinah. Sementara itu, kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mencapai 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas. Selain itu, 10.535 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.

Maria menambahkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan layanan puncak ibadah melalui Satuan Operasi Armuzna, termasuk kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah. “Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan,” ungkapnya.

PPIH Arab Saudi juga menyiapkan mitigasi kepadatan, terutama di jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina yang selama ini menjadi titik rawan penumpukan jemaah. Pemerintah mengingatkan jemaah untuk membatasi aktivitas di luar hotel, menjaga pola makan, serta mencukupi asupan cairan guna menghindari dehidrasi di tengah suhu tinggi di Arab Saudi.