Para pesilat di seluruh Indonesia menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung misi Presiden RI Prabowo Subianto dalam membawa cabang olahraga pencak silat menuju ajang Olimpiade. Harapan besar kini tertumpu pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, agar dapat merumuskan langkah-langkah strategis menuju tujuan tersebut.
Harapan dari Pendekar dan Ketua IPSI Daerah
Ramadan Pamungkas, seorang pendekar dari Tapak Suci Muhammadiyah yang turut hadir dalam Munas, mengungkapkan harapannya. Ia tidak hanya berharap Munas kali ini melahirkan sosok pemimpin yang layak menggantikan Prabowo sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI, tetapi juga mampu memperkuat fondasi organisasi dan mempercepat langkah pencak silat menuju cita-cita besar, yakni tampil di Olimpiade.
Menurut Ramadan, Munas harus mampu melahirkan kebijakan strategis yang tidak hanya memperkuat pencak silat di dalam negeri, tetapi juga mendorong eksistensinya di kancah internasional. “Semoga harapan kita pemimpin IPSI yang menggantikan Pak Presiden Prabowo nanti akan bisa melanjutkan misi-misinya, yaitu pencak silat menuju Olimpiade,” ujar Ramadan saat ditemui pada Sabtu (11/4).
Ia menambahkan, target pencak silat menuju Olimpiade dapat terwujud apabila seluruh elemen, mulai dari pengurus hingga pelatih nasional, melakukan persiapan secara matang. Salah satu langkah krusial adalah memperkuat sistem pelatihan yang efektif untuk mencetak atlet-atlet unggul yang mampu bersaing di level dunia, sekaligus memperluas penyebaran pencak silat secara global. “Untuk persiapannya (go Olimpiade), kita berharap mungkin dari pengurus-pengurus, termasuk juga dari pelatih-pelatih nasional, kita harapkan memang agar supaya bisa lebih baik lagi dan lebih bisa menciptakan atlet-atlet yang benar-benar bisa untuk menuju ke Olimpiade,” terangnya.
Senada dengan Ramadan, Ketua IPSI Provinsi Papua, Alfius Demena, juga menyampaikan harapannya. Ia berharap Munas kali ini mampu melahirkan kebijakan konkret yang mempercepat langkah pencak silat agar dapat menjadi cabang olahraga Olimpiade di masa depan. Alfius mengakui bahwa jalan menuju Olimpiade memang tidak mudah, namun ia tetap optimistis asal seluruh elemen mau bekerja secara kolektif di berbagai aspek, mulai dari pembinaan atlet hingga peningkatan kualitas perangkat pertandingan.
“Dengan kepengurusan yang baru, kami berharap semua program kebijakan dapat terlaksana baik. Hal itu menyangkut kepelatihan, persiapan wasit juri, persiapan pelatih, semuanya diharapkan bisa mengarah ke Go Olimpiade,” jelas Alfius.
Alfius juga menegaskan bahwa IPSI Papua tidak hanya bergantung pada hasil Munas ini. Sejak awal kepemimpinannya, organisasinya telah berinisiatif membina atlet yang mampu bersaing di tingkat global, menunjukkan komitmen kuat dari daerah untuk mendukung misi nasional.




