Kemacetan panjang hingga empat kilometer melanda jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, tepatnya di wilayah Widasari, pada Sabtu, 28 Maret 2026. Antrean kendaraan dari arah barat menuju timur ini mulai terjadi sejak pukul satu dini hari, sebagai dampak dari rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di jalan tol saat puncak arus balik Lebaran.

Penyebab dan Dampak Kemacetan

Kepadatan arus lalu lintas yang signifikan ini dipicu oleh beberapa faktor. Utama di antaranya adalah pemberlakuan sistem one way di ruas jalan tol dari arah timur menuju barat. Kebijakan tersebut secara otomatis mengalihkan seluruh volume kendaraan non-tol dari arah barat menuju timur ke jalur arteri Pantura.

Selain itu, dibukanya kembali sistem putar balik atau u-turn di beberapa titik jalur Pantura, serta kondisi jalan yang rusak di beberapa lokasi, turut memperparah kondisi. Akibatnya, jalur Pantura yang seharusnya menjadi akses utama kendaraan non-tol tidak mampu menampung lonjakan kendaraan dalam jumlah besar secara bersamaan.

Kendaraan terpantau bergerak sangat lambat, bahkan beberapa kali mengalami berhenti total di sejumlah titik kemacetan. Situasi ini didominasi oleh kendaraan pribadi, bus antarkota, serta kendaraan logistik yang turut melintas di jalur tersebut.

Kesaksian Warga dan Prediksi Durasi Kemacetan

Berdasarkan kesaksian warga setempat, fenomena kemacetan parah seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah jalur Pantura Widasari, Indramayu. Mereka mengungkapkan bahwa kondisi serupa belum pernah dialami sebelumnya di area tersebut.

Diperkirakan, kemacetan akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan, seiring dengan dinormalkannya kembali rekayasa lalu lintas di jalan tol. Hingga pukul 12.30 WIB pada hari yang sama, arus kendaraan dari arah barat menuju timur di jalur Pantura Indramayu masih terpantau padat merayap, mengindikasikan tingginya volume kendaraan pada puncak arus balik Lebaran.