Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI pada Jumat, 27 Maret 2026, merilis data ketepatan waktu moda transportasi selama arus Mudik Lebaran 2026 yang menunjukkan ketimpangan signifikan. Angkutan bus tercatat memiliki performa paling tertinggal dengan tingkat ketepatan waktu hanya 64,97 persen.

Performa Angkutan Bus yang Tertinggal

Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan seluruh moda transportasi lain yang beroperasi selama periode mudik. Rendahnya ketepatan waktu angkutan bus ini terutama disebabkan oleh kepadatan lalu lintas di jalur darat nasional.

Volume kendaraan yang tinggi menjadi faktor utama yang memicu keterlambatan perjalanan bus. Berbeda dengan kereta api yang memiliki jalur khusus, transportasi darat lebih rentan terhadap berbagai hambatan seperti kemacetan panjang dan titik-titik bottleneck jalan, yang menjadi tantangan krusial selama musim mudik Lebaran 2026.

Keunggulan Ketepatan Waktu Kereta Api

Sebaliknya, kereta api menunjukkan kinerja ketepatan waktu yang nyaris sempurna. Data Kemenhub mencatat, perkeretaapian regional berhasil mencapai 99,40 persen ketepatan waktu, sementara layanan antarkota menyentuh angka 97,70 persen.

Kesenjangan performa yang mencolok ini secara jelas memperlihatkan perbedaan kualitas layanan dan efisiensi operasional antar moda transportasi dalam menghadapi lonjakan penumpang saat Mudik Lebaran.