Sesi Free Practice 2 (FP2) Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Goiania pada Minggu, 22 Maret 2026, diwarnai drama menegangkan. Latihan bebas ini sempat dihentikan sementara setelah terjadi insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa pembalap di lintasan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi performa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Ia harus puas mengakhiri sesi FP2 di posisi ke-12, sebuah penurunan dibandingkan hasil sebelumnya.

Drama Bendera Merah di Sirkuit Goiania

Sejak awal sesi, para pembalap langsung tancap gas untuk mencatatkan waktu terbaik. Namun, agresivitas tersebut berujung pada serangkaian kecelakaan yang memaksa race director mengibarkan bendera merah. Penghentian sesi ini dilakukan demi memastikan keselamatan para pembalap dan memberikan waktu bagi petugas untuk mengevakuasi motor serta membersihkan lintasan.

Setelah sesi dilanjutkan kembali, persaingan kembali memanas. Para rider berupaya keras memanfaatkan sisa waktu untuk memperbaiki catatan lap mereka. Namun, interupsi akibat bendera merah tampaknya mengganggu ritme beberapa pembalap, termasuk Veda Ega Pratama.

Veda Ega Turun Posisi, Peluang Tetap Terjaga

Pembalap binaan Honda Team Asia ini sebenarnya menunjukkan potensi menjanjikan di sesi-sesi sebelumnya. Pada Free Practice 1 (FP1), Veda mampu finis di posisi kedelapan. Bahkan, dalam sesi latihan sebelumnya, ia sempat menembus tiga besar, menandakan kemampuannya untuk bersaing di jajaran depan.

Sayangnya, di FP2, Veda hanya mampu mencatatkan waktu yang menempatkannya di posisi ke-12. Meski demikian, hasil ini tidak menutup peluangnya untuk memperbaiki posisi di sesi berikutnya, terutama dalam perebutan posisi start yang lebih baik untuk balapan utama.

Sementara itu, dominasi pembalap Eropa terlihat jelas di barisan depan. Mereka mampu tampil konsisten dan memaksimalkan kondisi trek, bahkan setelah insiden bendera merah. Moto3 Brasil sendiri merupakan salah satu seri penting di awal musim 2026, di mana setiap pembalap berambisi mengumpulkan performa terbaik sejak sesi latihan demi meraih posisi start ideal.

Meski finis di luar 10 besar pada FP2, performa Veda Ega Pratama tetap patut diapresiasi. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah, hasil ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk tampil lebih konsisten di sesi kualifikasi dan balapan mendatang.