Newcastle United harus mengubur mimpi mereka di Liga Champions UEFA musim ini setelah takluk telak 7-2 dari Barcelona pada leg kedua babak 16 besar di Camp Nou. Kekalahan ini membuat The Magpies tersingkir dengan agregat 3-8. Pelatih Newcastle, Eddie Howe, menyoroti buruknya lini pertahanan timnya sebagai penyebab utama hasil mengecewakan tersebut.
Meskipun skor akhir menunjukkan dominasi Barcelona, Howe berpendapat bahwa jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan perbedaan kualitas yang begitu jauh. Ia menunjuk satu momen krusial yang mengubah arah pertandingan secara signifikan.
Penalti Lamine Yamal Jadi Titik Balik
Menurut Howe, titik balik terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Barcelona mendapatkan penalti yang sukses dieksekusi oleh Lamine Yamal. Gol tersebut, kata Howe, berdampak besar terhadap kondisi mental para pemainnya.
Pelatih asal Inggris itu mengakui timnya belum sepenuhnya pulih secara psikologis setelah kebobolan gol tersebut. Padahal, sebelumnya Newcastle sempat menunjukkan perlawanan sengit dengan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Momentum tersebut sebenarnya bisa menjadi titik balik bagi Newcastle,” ujar Howe. “Namun, alih-alih mempertahankan intensitas permainan, performa mereka justru menurun drastis setelah jeda pertandingan.”
Kegagalan Menjaga Konsistensi Pertahanan
Howe menilai bahwa timnya gagal menjaga konsistensi, terutama dalam aspek pertahanan. Ia menegaskan bahwa Newcastle tidak mampu bertahan di level yang seharusnya, sehingga memberikan terlalu banyak ruang bagi Barcelona untuk mengembangkan serangan.
Akibatnya, gawang yang dikawal Aaron Ramsdale harus kebobolan lima gol tambahan di babak kedua. Situasi ini menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam organisasi pertahanan yang tidak mampu mengantisipasi tekanan lawan.
Lebih lanjut, Howe juga mengkritisi proses terjadinya penalti yang dinilai seharusnya bisa dihindari. Ia menekankan bahwa timnya perlu tampil dengan energi dan fokus yang lebih tinggi, terutama dalam momen-momen penting pertandingan.
Apresiasi dan Target Masa Depan
Meski demikian, Howe tetap memberikan apresiasi terhadap usaha para pemainnya sepanjang dua leg pertandingan. Ia menilai performa Newcastle sebenarnya tidak seburuk yang tercermin dari skor agregat.
Selain itu, ia juga menyoroti dukungan luar biasa dari para suporter yang terus memberikan semangat kepada tim meski berada dalam situasi sulit. Menurutnya, hubungan antara pemain dan fans menjadi salah satu hal positif yang bisa diambil dari pertandingan ini.
Howe menegaskan bahwa Liga Champions tetap menjadi target utama Newcastle di masa depan. Ia berharap pengalaman pahit ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas tim, baik dari segi mental maupun teknis, demi mencapai tujuan tersebut di musim-musim mendatang.



