Kabar duka menyelimuti dunia bisnis Indonesia. Michael Bambang Hartono, salah satu tokoh pengusaha paling berpengaruh dan pemilik Grup Djarum, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2025) pukul 13.15 waktu Singapura. Ia tutup usia pada umur 86 tahun.
Informasi wafatnya Michael Bambang Hartono dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan. “Ia membenarkan bahwa Michael Bambang Hartono telah wafat di Singapura,” kata Budi Darmawan.
Saat ini, pihak keluarga masih dalam proses pengurusan jenazah di Singapura sebelum nantinya dipulangkan ke Indonesia atau dimakamkan.
Jejak Bisnis dan Warisan Djarum
Michael Bambang Hartono dikenal luas sebagai pemilik Djarum bersama saudaranya, Robert Budi Hartono. Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, ia merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum.
Di bawah kepemimpinan Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, Djarum berkembang pesat dari perusahaan rokok menjadi konglomerasi bisnis raksasa di Indonesia. Ekspansi bisnis mereka meliputi sektor perbankan (Bank Central Asia/BCA), properti, elektronik, hingga agrobisnis.
Konsistensinya dalam membangun bisnis keluarga dengan visi jangka panjang membuat namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi berbagai lembaga internasional. Ia dikenal sebagai sosok yang visioner dan gigih dalam mengembangkan usahanya.
Aktif di Dunia Filantropi dan Olahraga
Selain fokus di dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga aktif dalam kegiatan sosial dan pengembangan olahraga melalui Djarum Foundation. Yayasan ini banyak berkontribusi dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan khususnya bulutangkis, yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi bagi Indonesia.




