Kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Fauzan Fadel Muhammad, menyoroti momen Lebaran sebagai tantangan besar sekaligus peluang bagi sistem transportasi nasional. Ia mendorong transformasi digital untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern dan efisien, terutama mengingat pergerakan lebih dari 100 juta orang saat mudik.
Menurut Fauzan, mobilitas masyarakat yang masif ini memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian. “Lebaran adalah pergerakan ekonomi yang besar. Namun, jika kita melihat kembali, pengelolaan transportasi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya pada Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya, sistem transportasi di Indonesia masih mengandalkan pendekatan yang reaktif. Contohnya, penerapan contraflow dan penambahan armada yang baru dilakukan setelah terjadi kemacetan parah.
Fauzan menekankan pentingnya beralih ke sistem berbasis data yang lebih proaktif dan terintegrasi. “Pendekatan berbasis kecerdasan buatan dan data real-time sangat penting untuk memprediksi dan mengatur pergerakan arus kendaraan agar lebih efisien,” jelasnya.
Dengan sistem yang lebih cerdas dan terintegrasi, tidak hanya pergerakan manusia yang dapat dioptimalkan, tetapi juga distribusi barang dapat berjalan lebih lancar. Hal ini, menurut Fauzan, akan membuka peluang besar bagi sektor ekonomi lainnya, seperti perdagangan, transportasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Dengan pengelolaan yang lebih baik, Lebaran bukan hanya momen tradisi, tetapi bisa menjadi pendorong ekonomi yang signifikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fauzan mengusulkan pembentukan sebuah pusat kendali nasional yang bertugas memonitor pergerakan transportasi di seluruh Indonesia secara real-time. “Pusat kendali ini sangat dibutuhkan agar semua data bisa dikelola dengan lebih baik dan membantu pengambilan keputusan yang tepat waktu,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sudah saatnya mengikuti tren global dalam pengelolaan transportasi berbasis data, mengingat banyak negara lain telah mengimplementasikan sistem serupa.




