Di tengah persaingan global untuk mendominasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI), Google dilaporkan tengah memperluas jangkauan pencarian infrastrukturnya hingga ke Tiongkok. Raksasa mesin pencari ini dikabarkan menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah manufaktur Tiongkok, termasuk Envicool, untuk pengadaan sistem pendingin cair (liquid cooling systems) berperforma tinggi bagi pusat data mereka.
Langkah Google ini dipicu oleh kebutuhan mendesak akan manajemen termal pada infrastruktur AI. Chip AI generasi terbaru, seperti GPU bertenaga tinggi, menghasilkan panas ekstrem yang melampaui kapasitas sistem pendingin udara tradisional. Teknologi pendingin cair, yang mensirkulasikan fluida langsung di sekitar komponen komputasi, kini menjadi standar emas untuk menjaga stabilitas dan efisiensi energi pusat data.
Berdasarkan laporan yang dilansir Reuters, tim pengadaan Google dari kantor Taiwan dilaporkan telah melakukan kunjungan langsung ke Tiongkok untuk bertemu dengan Envicool. Google juga diprediksi akan menjalin komunikasi dengan setidaknya satu pemasok tambahan lainnya di wilayah tersebut guna mengamankan diversifikasi pasokan.
Envicool, perusahaan yang berbasis di Shenzhen dengan valuasi pasar mencapai US$14 miliar, kini berada di posisi yang sangat menguntungkan. Perusahaan ini baru saja memamerkan unit distribusi pendingin (Coolant Distribution Units/CDU) yang dirancang khusus untuk memenuhi spesifikasi teknis Google. Pertumbuhan Envicool sangat pesat, dengan kenaikan pendapatan sebesar 40% pada tiga kuartal pertama tahun ini.
Untuk mendukung permintaan global, Envicool tidak hanya memperluas pabrik di Guangdong, tetapi juga berekspansi secara internasional dengan membangun fasilitas produksi di Thailand dan Amerika Serikat.
Penjajakan ini menarik perhatian pengamat industri, mengingat hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang masih dalam tekanan. Hal ini membuktikan bahwa dalam ekosistem AI, ketergantungan global terhadap keahlian manufaktur Tiongkok untuk komponen pendukung tetap sangat krusial.
Data dari JPMorgan memproyeksikan pasar sistem pendingin cair server AI akan meledak dari US$17 miliar pada tahun 2026. Pertumbuhan masif ini didorong oleh permintaan tak terbatas dari penyedia layanan awan (cloud) dan produsen chip seperti Nvidia.
Meski Google masih mengandalkan vendor Taiwan seperti Foxconn, Auras Technology, dan Delta Electronics sebagai mitra utama di Asia, pasar kini mulai terfragmentasi. Nama-nama baru dari Tiongkok seperti Lingyi iTech, Feilong Auto Components, serta raksasa server Lenovo, mulai mengamankan posisi penting dalam rantai pasok global.
Selain sistem pendingin, ekosistem AI global juga semakin melibatkan vendor Tiongkok lainnya, seperti Innolight dan Eoptolink untuk komponen optik, serta Victory Giant Technology untuk produsen PCB, yang semuanya telah mencatatkan Nvidia dan Google sebagai klien mereka.
Negosiasi antara Google dan Envicool menggarisbawahi realitas baru dalam industri teknologi. Pembangunan infrastruktur AI bukan lagi sekadar perang chip canggih, melainkan perang logistik dan manajemen panas. Keberhasilan Google dalam mengamankan komponen pendingin ini akan menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi operasional pusat data mereka di masa depan.




