PT Hutama Karya (Persero) kembali memfungsionalkan ruas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 23,9 kilometer (km) tanpa tarif. Pembukaan jalur ini bertujuan mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Provinsi Aceh.

Jalan tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini memiliki total panjang 74,2 km. Saat ini, Seksi 2 hingga Seksi 6 sepanjang 49 km telah beroperasi secara penuh dengan pemberlakuan tarif.

Integrasi dan Aksesibilitas

Perincian ruas yang telah beroperasi meliputi Seksi 2 (Seulimeum–Jantho) sepanjang 6 km, Seksi 3 (Jantho–Indrapuri) 16 km, Seksi 4 (Indrapuri–Blang Bintang) 14 km, Seksi 5 (Blang Bintang–Kuto Baro) 8 km, dan Seksi 6 (Kuto Baro–Baitussalam) 5 km.

Sementara itu, Seksi 1 yang dibuka fungsional membentang dari Interchange (IC) Padang Tiji (STA 01+725) hingga STA 25+680 dengan panjang 23,955 km. Jalur ini dibuka untuk dua jalur kendaraan (jalur A dan B) dengan dua arah lalu lintas, yakni Padang Tiji–Seulimeum dan sebaliknya.

Meskipun Seksi 1 dibuka gratis, pengguna jalan yang melanjutkan perjalanan menuju Padang Tiji atau sebaliknya dari Seksi 2-6 wajib melakukan transaksi di Gerbang Tol (GT) Padang Tiji. Jalur fungsional Seksi 1 ini telah terintegrasi melalui IC Seulimeum.

Dukungan Mobilitas dan Penanganan Bencana

Pelaksana Harian (Plh) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa Seksi 1 telah dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025. Pembukaan awal tersebut bertujuan membantu akses bantuan di Aceh dan mendukung kelancaran periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Hingga saat ini, keberadaan jalur fungsional tersebut terus dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, termasuk dalam penanganan bencana alam di wilayah Aceh Tamiang sehingga akses perjalanan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Hamdani dalam keterangan tertulis pada Jumat, 13 Maret 2026.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna selama masa fungsional, Hutama Karya telah menyiapkan berbagai fasilitas. Ini mencakup rambu lalu lintas, marka jalan, delineator, serta perlengkapan keselamatan lainnya. Sejumlah kendaraan operasional seperti ambulans, derek (10 ton, towing, 25 ton), kendaraan rescue, kendaraan patroli, serta kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) juga disiagakan, bersama dengan kesiapan personel di lapangan.

Hamdani menambahkan, pembukaan jalur fungsional Seksi 1 ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Selain itu, langkah ini juga mempercepat distribusi logistik dan bantuan bencana di Aceh Tamiang.

Dengan terintegrasinya seluruh seksi yang telah beroperasi dan jalur fungsional tersebut, waktu tempuh dari Sigli menuju Banda Aceh dapat dipangkas signifikan. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu sekitar satu jam melalui jalan nasional kini dapat ditempuh dalam sekitar 30 menit lewat jalan tol.

“Dibukanya jalur fungsional ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh dalam meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” imbuhnya.

Sebelum dioperasikan secara penuh, Hutama Karya juga telah melaksanakan Pra Uji Laik Fungsi (Pra-ULF) pada Seksi 1. Hal ini untuk memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga proses penyelesaiannya dapat segera direalisasikan.