Iran dikabarkan menolak berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026. Keputusan ini muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Isu penarikan diri Team Melli, julukan tim nasional Iran, mencuat setelah Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengungkapkan sikap pemerintahnya. Donyamali menegaskan bahwa kondisi dalam negeri yang dilanda kemarahan besar pascaserangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, membuat partisipasi di turnamen empat tahunan itu tidak mungkin dilakukan.
Dalam pernyataannya, Donyamali secara lugas menyampaikan keberatan Iran. “Bagaimana mungkin kami tampil di Piala Dunia, sementara rezim korup ini (AS) telah menghilangkan nyawa pemimpin kami,” ucap Donyamali.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung. Dengan waktu yang semakin mepet, keputusan Iran ini berpotensi memunculkan persoalan baru yang signifikan bagi FIFA sebagai penyelenggara turnamen.
FIFA kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk mencari solusi atas mundurnya salah satu kontestan dari zona Asia ini, mengingat dampak geopolitik yang melatarbelakangi keputusan Iran.




