Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diproyeksikan masih memiliki peluang penguatan signifikan hingga akhir Maret 2026. Sejumlah analis pasar komoditas menilai tren harga logam mulia saat ini berada dalam fase bullish, didorong oleh ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi nilai tukar, dan kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Pada awal Maret 2026, harga emas Antam tercatat di kisaran Rp3.004.000 per gram. Angka ini sempat terkoreksi dari level sebelumnya yang menyentuh Rp3.059.000 per gram. Namun, tren jangka pendek menunjukkan potensi penguatan kembali yang kuat.
Proyeksi Kenaikan Harga Emas Antam
Para analis memproyeksikan bahwa jika sentimen pasar tetap positif, harga emas Antam berpeluang menembus level psikologis baru pada akhir Maret. Dalam skenario optimistis, harga diperkirakan dapat mencapai kisaran Rp3.150.000 hingga mendekati Rp3.200.000 per gram. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Faktor Pendorong Penguatan Harga
Beberapa faktor utama mendorong prospek kenaikan harga emas:
- Ketidakpastian Geopolitik Global: Konflik di berbagai kawasan dunia mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman seperti emas. Logam mulia ini dianggap mampu menjaga nilai kekayaan saat pasar saham atau mata uang mengalami tekanan.
- Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas domestik. Ketika rupiah melemah, harga emas yang diperdagangkan dalam rupiah cenderung naik karena harga emas global dihitung dalam dolar AS. Pada awal Maret 2026, nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS, memberikan tekanan kenaikan terhadap harga emas domestik.
- Permintaan Emas Global yang Kuat: Bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka sebagai langkah diversifikasi dari dolar AS. Tren ini menjaga permintaan emas tetap tinggi dan mendukung harga di level yang relatif kuat.



