Semen Padang berhasil meraih kemenangan penting dalam laga tandang melawan PSBS Biak di lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026) malam WIB, tim berjuluk Kabau Sirah sukses menaklukkan Badai Pasifik dengan skor meyakinkan 2-0.

Dua gol kemenangan Semen Padang diborong oleh Guillermo Fernandez, yang menjadi pahlawan bagi timnya. Hasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga mengangkat posisi Semen Padang di klasemen sementara, menjauhi zona degradasi.

Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Ketat, Babak Kedua Milik Semen Padang

Pertandingan yang mempertemukan dua tim papan bawah ini berlangsung cukup ketat sejak peluit awal dibunyikan. PSBS Biak, yang bertindak sebagai tuan rumah sementara, mencoba mengambil inisiatif serangan. Mereka mengandalkan kecepatan pemain sayap dan kreativitas lini tengah untuk membongkar pertahanan Semen Padang.

Namun, upaya PSBS Biak belum membuahkan hasil. Pertahanan Semen Padang tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman. Tim tamu sendiri memilih bermain lebih sabar, menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan balik cepat. Alhasil, skor kacamata 0-0 bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-70. Guillermo Fernandez berhasil mencatatkan namanya di papan skor, membawa Semen Padang unggul 1-0. Gol ini memicu semangat Kabau Sirah untuk semakin mengontrol jalannya pertandingan.

PSBS Biak yang tertinggal mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk menyamakan kedudukan. Namun, solidnya lini belakang Semen Padang membuat sejumlah peluang yang diciptakan Badai Pasifik gagal dikonversi menjadi gol.

Di masa tambahan waktu, Semen Padang justru berhasil menggandakan keunggulan. Lagi-lagi, Guillermo Fernandez menjadi mimpi buruk bagi PSBS Biak setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-90+5. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 2-0 untuk Semen Padang.

Dampak Kemenangan: Semen Padang Naik Peringkat, Persaingan Degradasi Memanas

Kemenangan ini memiliki dampak signifikan bagi posisi Semen Padang di klasemen sementara BRI Super League. Tambahan tiga poin membuat Kabau Sirah kini mengoleksi 20 poin dan berhasil naik ke peringkat ke-16.

Sebaliknya, PSBS Biak yang sebelumnya menempati posisi tersebut harus rela turun satu tingkat ke peringkat ke-17. Badai Pasifik kini tertinggal dua poin dari Semen Padang, membuat persaingan di zona degradasi semakin ketat menjelang akhir musim. Setiap poin menjadi sangat penting bagi tim-tim yang berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.