Penyanyi Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal stadium tiga yang dideritanya sejak tahun 2019. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, mengingat Vidi dikenal sebagai sosok yang selalu ceria dan penuh semangat.

Semangat Tak Padam di Tengah Perjuangan Kanker Ginjal

Sekitar sebulan sebelum wafat, seorang perawat yang pernah merawat Vidi Aldiano membagikan kesaksian mengenai kondisi sang penyanyi. Menurut perawat tersebut, Vidi tetap menunjukkan semangat yang besar, meskipun kondisi tubuhnya terlihat semakin kurus.

Selama menjalani perawatan intensif, Vidi Aldiano memang kerap membagikan perkembangan terapi kemoterapi yang dijalaninya melalui media sosial. Ia ingin masyarakat mengetahui perjalanan panjangnya menghadapi penyakit tersebut, sekaligus memberikan motivasi dan inspirasi bagi banyak orang yang mungkin menghadapi cobaan serupa.

Seiring berjalannya waktu, perubahan fisik Vidi Aldiano memang cukup signifikan. Tubuhnya tampak semakin mengecil, namun senyum ceria yang selama ini menjadi ciri khasnya tetap terpancar, menunjukkan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan berat.

Di tengah perjuangan melawan penyakitnya, Vidi bahkan sempat menghadiri pernikahan salah satu sahabatnya di Maroko pada Februari 2026. Kehadirannya kala itu terlihat hangat dan penuh kebahagiaan, meskipun kondisi fisiknya sudah tidak sekuat sebelumnya. Momen tersebut menjadi salah satu penampilan terakhir Vidi di hadapan publik yang meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.

Setelah momen di Maroko tersebut, Vidi Aldiano jarang terlihat di hadapan publik. Tidak ada kabar terbaru mengenai dirinya hingga akhirnya berita duka datang pada 7 Maret 2026, yang mengejutkan banyak pihak.

Kesaksian Warganet dan Isyarat Kondisi Vidi Aldiano

Selain kesaksian perawat, seorang warganet dengan akun Instagram @juliawati_perias_jenazah turut membagikan kisahnya. Ia menceritakan bahwa anaknya sempat dirawat di rumah sakit yang sama dengan Vidi Aldiano, dan mereka beberapa kali bertemu serta berinteraksi.

Juliawati kemudian merasa penasaran karena tidak lagi melihat Vidi di rumah sakit tersebut. Belakangan, ia mengetahui dari seorang perawat bahwa Vidi melanjutkan pengobatan di rumah sakit lain di luar negeri.

“30 hari yang lalu, ketika anak saya sedang menjalani proses pengobatan di rumah sakit yang sama dengan Vidi, saya sempat bertanya ke salah satu suster, ‘Vidi masih terapi di sini, Sus?’,” tanya Juliawati, seperti dilansir pada Senin, 9 Maret 2026.

Perawat tersebut kemudian menjawab, “Sudah enggak, Bu. Sudah dibawa pengobatan di luar negeri (sambil sebutin salah satu negara).”

Rasa penasaran Juliawati membuatnya ingin mengetahui lebih jauh mengenai kondisi kesehatan Vidi Aldiano. Ia pun menanyakan secara langsung bagaimana peluang kesembuhan Vidi.

“Peluangnya gimana, Sus?” tanya Juliawati.

“Suster tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya gelengan kepala ke kanan dan ke kiri yang berulang-ulang,” kata Juliawati. “Saya dan anak langsung lihat-lihatan, sedih banget ketika tahu arti gelengan kepala suster.”

Anak Juliawati juga menambahkan kesaksiannya tentang Vidi. “Anak juga bilang, Vidi baik orangnya dan tidak sombong. Karena anak saya dan Vidi pernah satu panggung saat ada acara di Jogja beberapa tahun yang lalu,” tulis Juliawati.

Kesaksian-kesaksian ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi tubuhnya semakin melemah, semangat Vidi Aldiano tidak pernah padam. Ia tetap bersikap ramah dan hangat kepada orang-orang di sekitarnya hingga akhir hayatnya, meninggalkan kenangan mendalam bagi mereka yang mengenalnya.