Polresta Cirebon mulai menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) untuk menunjang kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Persiapan ini difokuskan pada pengamanan jalur arteri, khususnya dengan menutup ratusan titik putar balik (U-turn) yang kerap menjadi pemicu kepadatan lalu lintas.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon akan menyebar ratusan alat pengamanan jalur, seperti tolo-tolo, water barrier, dan penunjuk arah. Perlengkapan ini akan ditempatkan di sepanjang 50 kilometer jalur Pantura Cirebon, mencakup area perbatasan dengan Indramayu, Majalengka, Kuningan, hingga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Petugas menitikberatkan penempatan alat-alat tersebut di ratusan jalur putar balik. Penggunaan water barrier, tolo-tolo, dan bambu bertujuan untuk menutup jalur putar arah yang tidak resmi, sehingga perjalanan pemudik dapat berjalan lebih lancar dan aman. Polresta Cirebon juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar hanya menggunakan titik putar balik yang telah ditentukan.
Untuk jalur arteri, petugas telah menyiapkan cara bertindak khusus jika terjadi kepadatan arus. Sementara itu, untuk penanganan di jalur tol, Polresta Cirebon akan berkoordinasi erat dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat.
Mengingat Kabupaten Cirebon merupakan titik pertemuan arus mudik dari jalur arteri, jalur selatan, dan jalur tol, Kepolisian telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral. Rapat ini melibatkan sejumlah polres dari wilayah sekitar, termasuk Indramayu, Kuningan, Majalengka, dan Brebes, Jawa Tengah. Komunikasi berkala antarpetugas akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi arus lalu lintas termonitor dan pergerakan pemudik tetap lancar.




