SC Freiburg berhasil memaksakan hasil imbang dramatis 3-3 saat menjamu Bayer Leverkusen dalam lanjutan Bundesliga di Europa-Park Stadion, Sabtu (7/3/2026) malam WIB. Gol sundulan bek veteran Matthias Ginter pada menit ke-86 menggagalkan kemenangan tim tamu setelah laga berjalan penuh jual beli serangan.

Drama Enam Gol di Europa-Park Stadion

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua tim. Freiburg membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-34. Vincenzo Grifo berhasil memanfaatkan umpan silang Christian Günter dengan tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok kanan atas gawang Leverkusen.

Keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama. Hanya berselang tiga menit, Christian Kofane menyamakan skor untuk Leverkusen pada menit ke-37 melalui tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Freiburg.

Freiburg kembali memimpin menjelang akhir babak pertama. Yuito Suzuki mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-43 setelah memaksimalkan umpan dari Philipp Treu, membuat skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Freiburg.

Namun, drama kembali terjadi pada masa tambahan waktu babak pertama. Alejandro Grimaldo mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas yang meluncur deras ke sudut atas gawang, membuat skor kembali imbang 2-2 saat jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Bayer Leverkusen berbalik memimpin. Serangan balik cepat pada menit ke-52 berhasil diselesaikan dengan baik oleh Martin Terrier, mengubah kedudukan menjadi 3-2 bagi tim tamu.

Tertinggal satu gol, Freiburg meningkatkan tekanan ke pertahanan Leverkusen. Sejumlah peluang tercipta, termasuk dari Maximilian Eggestein dan Niklas Beste, namun kiper Janis Blaswich tampil sigap menjaga gawangnya dari kebobolan lebih lanjut.

Upaya keras Freiburg akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Bek Matthias Ginter menyambut umpan silang Derry Scherhant dengan sundulan dari jarak dekat yang menggetarkan jala gawang Leverkusen, sekaligus menyamakan skor menjadi 3-3.

Di sisa waktu pertandingan, kedua tim masih berusaha mencari gol kemenangan. Freiburg bahkan hampir berbalik unggul pada masa injury time melalui sundulan Ginter lagi, tetapi bola melenceng tipis dari sasaran. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-3 tetap bertahan, menutup pertandingan dengan enam gol dalam duel terbuka yang menampilkan intensitas tinggi dari kedua tim.