Puluhan tahun mengayuh becak demi menafkahi keluarga, Yanu Aryanto (60) dan Mujiran (75) kini bisa bernapas lega. Nyeri pinggang dan pegal di kaki yang kerap menghampiri mereka usai bekerja, perlahan sirna berkat bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Yanu Aryanto, seorang penarik becak yang biasa menunggu penumpang di Pasar Hewan, Blitar, Jawa Timur, telah melakoni profesinya selama sekitar 20 tahun. Di usianya yang tak lagi muda, fisik Yanu tak sekuat dulu. Ia sering merasakan nyeri di pinggangnya saat mengayuh becak, terutama ketika membawa penumpang.
Kebahagiaan terpancar jelas di wajah Yanu saat menerima becak listrik pada Jumat (6/3). Sambil memegang pinggangnya, ia menuturkan bahwa becak listrik tersebut terasa sangat ringan, berbeda dengan becak kayuh yang selama ini menjadi andalannya. “Saya senang sekali. Ringan ini (becak listrik), enggak terasa,” kata Yanu saat ditemui di halaman kantor Wali Kota Blitar, Jumat (7/3).
Yanu menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Presiden Prabowo atas perhatian khusus yang diberikan kepada para penarik becak seperti dirinya. “Terima kasih sekali Pak Prabowo, saya diberi becak listrik untuk usaha. Semoga sehat-sehat, Pak Prabowo bisa membawa rakyat sejahtera,” ucapnya penuh harap.
Senada dengan Yanu, Mujiran, penarik becak berusia 75 tahun yang telah memiliki satu cucu, juga merasakan manfaat besar dari bantuan ini. Ia mengaku sering merasakan pegal di kakinya setelah seharian mengayuh becak. Bantuan becak listrik ini sangat membantu dirinya dalam mencari nafkah.
“Senang dong (dapat bantuan becak listrik). Enggak perlu mengayuh lagi. Terima kasih Pak Prabowo, semoga berkah. Semoga sehat-sehat Pak Presiden,” ujar Mujiran. Ia menambahkan, penumpang pun kini merasa lebih nyaman saat naik becak listrik.
Yanu dan Mujiran adalah bagian dari 200 penarik becak di Kota Blitar yang menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo. Penyaluran bantuan ini difasilitasi oleh Pemerintah Kota Blitar bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di halaman Kantor Wali Kota Blitar pada Jumat (6/3).
Program yang digagas oleh Presiden Prabowo ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak, tetapi juga memperkuat identitas transportasi tradisional yang ramah lingkungan di kota tersebut.




