Pemerintah Indonesia secara resmi memulai evakuasi bertahap bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang ditandai dengan serangan militer AS–Israel di Teheran pada Jumat malam (6/3/2026), memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik.

Keputusan evakuasi ini diumumkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran melalui pengumuman resmi tertanggal 4 Maret 2026. “Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menyelenggarakan evakuasi bertahap bagi WNI yang berada di wilayah Iran,” tulis KBRI Tehran dalam pernyataannya.

KBRI meminta seluruh WNI untuk segera berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat guna mendapatkan informasi mengenai jadwal, mekanisme, dan titik kumpul evakuasi. Proses ini akan dikoordinasikan secara intensif melalui grup komunikasi resmi WNI di Iran. Meskipun demikian, KBRI menegaskan bahwa operasional dan layanan kekonsuleran tetap berjalan normal. “KBRI Tehran tetap beroperasi dengan normal untuk memberikan pelayanan kekonsuleran dan perlindungan bagi seluruh WNI,” demikian pernyataan KBRI.

Tahap Pertama Evakuasi Melalui Azerbaijan

Plt Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Henny Hamidah, menjelaskan bahwa tahap pertama evakuasi akan memulangkan 32 WNI. Mereka akan dipulangkan melalui jalur darat menuju Azerbaijan, menyesuaikan kondisi keamanan di lapangan. Keputusan ini diambil setelah asesmen ketat oleh KBRI Tehran.

Berdasarkan data Kemlu, terdapat 329 WNI yang menetap di Iran, dengan mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa di Kota Qom. Pemerintah juga terus memantau keselamatan lebih dari 519.000 WNI yang tersebar di Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi.

Henny menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan WNI yang terdampak langsung oleh serangan. “Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh serangan. Yang terdampak saat ini adalah WNI stranded karena pembatasan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” kata Henny.

Selain evakuasi, Kemlu telah membentuk Crisis Response Team untuk memantau kondisi riil setiap jam, terutama bagi WNI yang tertahan di sejumlah bandara internasional akibat penutupan ruang udara dan perubahan jadwal penerbangan. Tim khusus juga disiagakan 24 jam di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dan Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, untuk membantu jemaah umrah yang terdampak.

“Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya WNI yang terdampak langsung oleh serangan. Yang terdampak saat ini adalah WNI stranded karena pembatasan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” kata Henny pada Jumat, 6 Maret 2026.

Perlindungan WNI Jadi Prioritas Utama

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kemlu, Santo Darmosumarto, menekankan bahwa pemerintah terus memprioritaskan perlindungan WNI di tengah ketidakpastian keamanan regional. “Indonesia terus mengikuti eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk aksi saling serang yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian keamanan baik regional maupun global,” ujarnya.

Santo menambahkan, meskipun evakuasi di Iran telah dimulai, sebagian besar pemerintah negara Timur Tengah belum mengeluarkan rekomendasi evakuasi bagi warga negara asing. WNI diimbau untuk tetap berada di rumah, tenang, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Kementerian Luar Negeri, melalui Direktorat PWNI dan perwakilan RI di kawasan Timur Tengah, terus menjalin komunikasi intensif dengan WNI di wilayah kerja masing-masing. Masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan ini juga diminta untuk mempertimbangkan kembali perjalanan hingga situasi lebih kondusif.

Hotline Darurat bagi WNI

Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline Direktorat PWNI Kemlu di +62 812-9007-0027 atau hotline perwakilan RI di kawasan Timur Tengah:

  • KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
  • KBRI Riyadh: +966 569173990
  • KJRI Jeddah: +966 503609667
  • KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
  • KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
  • KBRI Doha: +974 3332 2875
  • KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
  • KBRI Manama: +973 38791650
  • KBRI Amman: +962 779150407
  • KBRI Baghdad: +964 7769842020
  • KBRI Beirut: +961 70817310
  • KBRI Damaskus: +963 954444810

Langkah evakuasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjamin keselamatan dan perlindungan WNI di luar negeri, terutama di tengah ketegangan regional yang meningkat.