Laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 antara Semen Padang dan PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam WIB, berakhir tanpa gol di babak pertama. Pertandingan yang berlangsung panas ini diwarnai insiden kartu merah untuk pemain PSIM, Fahreza Sudin, serta cedera serius yang menimpa Samuel Christianson dari Semen Padang.
Jalannya Babak Pertama: Tekanan Tuan Rumah dan Peluang Emas
Sejak peluit awal dibunyikan, Semen Padang yang mengenakan jersey merah langsung tampil agresif. Ancaman pertama datang pada menit ke-5 melalui tendangan bebas Angelo Meneses dari depan kotak penalti, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang yang dijaga Cahya Supriadi.
PSIM merespons cepat semenit berselang. Savio Sheva mencoba peruntungan, tetapi sepakannya terlalu lemah dan mudah diamankan. Tuan rumah, berjuluk Kabau Sirah, nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-9 saat Kasim Botan memenangi duel sprint di sisi kanan dan melepaskan tembakan keras yang sayangnya hanya membentur tiang kanan gawang PSIM.
Tekanan Semen Padang berlanjut. Menit ke-17, Firman Juliansyah melakukan aksi individu dan melepaskan tembakan tepat sasaran, namun Cahya Supriadi kembali sigap melakukan penyelamatan. PSIM juga memiliki peluang emas pada menit ke-20 ketika Fahreza Sudin lolos dari pengawalan dan menerima umpan terobosan matang. Sayangnya, keseimbangannya terganggu saat hendak menembak, membuat bola hanya menggelinding pelan ke arah Rendy Oskario.
Semen Padang kembali menekan pada menit ke-22. Umpan matang Juliansyah kepada Kazaki diakhiri dengan sepakan ke tiang jauh yang masih mampu dijangkau Cahya, hanya menghasilkan sepak pojok.
Insiden Kartu Merah dan Cedera Samuel Christianson
Petaka datang bagi PSIM menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-39, Fahreza Sudin diganjar kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Samuel Christianson di area pertahanan Semen Padang. Insiden tersebut menyebabkan Samuel mengalami cedera serius di bagian kepala.
Ambulans sempat masuk ke lapangan untuk mengevakuasi Samuel ke rumah sakit. Fahreza Sudin terlihat menyesal dan sempat memberikan gestur permintaan maaf sebelum meninggalkan lapangan.
Unggul jumlah pemain, Semen Padang meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu babak pertama. Namun, pertahanan disiplin Laskar Mataram tetap mampu menjaga gawangnya dari kebobolan. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor tetap 0-0.
Dengan PSIM harus bermain dengan 10 orang, jalannya laga di babak kedua diprediksi akan semakin menarik dan terbuka.



