Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi sorotan utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjelang tahun 2026. Banyak pihak menanti kepastian kapan skema pembiayaan bersubsidi pemerintah ini akan dibuka kembali.
Hingga Rabu, 04 Maret 2026, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun manajemen BRI terkait tanggal pasti pembukaan KUR BRI 2026. Namun, jika mengacu pada pola tahun-tahun sebelumnya, penyaluran KUR umumnya dimulai pada awal tahun anggaran, yakni sekitar Januari hingga Februari, setelah penetapan kuota dan kebijakan terbaru oleh pemerintah.
KUR: Solusi Modal Usaha dengan Bunga Rendah
Sebagai informasi, program KUR merupakan inisiatif pembiayaan bersubsidi yang digagas pemerintah. Penyalurannya dilakukan melalui sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk BRI. Tujuan utama program ini adalah untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat mengakses modal usaha dengan suku bunga yang lebih rendah dan persyaratan yang lebih ringan dibandingkan kredit komersial biasa.
Perkiraan Jadwal Pembukaan KUR BRI 2026
Dalam beberapa tahun terakhir, BRI secara konsisten memulai penyaluran KUR sejak awal tahun anggaran berjalan. Pembukaan program ini seringkali diumumkan setelah pemerintah menetapkan plafon nasional dan besaran subsidi bunga yang akan diberikan.
Dengan mempertimbangkan pola tersebut, besar kemungkinan KUR BRI 2026 akan mulai dibuka pada kuartal pertama tahun 2026, yaitu antara bulan Januari hingga Maret. Kendati demikian, jadwal resmi tetap akan menunggu pengumuman final dari pemerintah dan manajemen BRI. Penyaluran KUR sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk kebijakan fiskal pemerintah, kondisi ekonomi nasional, serta alokasi anggaran subsidi bunga.
Jenis-jenis KUR BRI yang Umum Tersedia
Merujuk pada skema yang telah berlaku sebelumnya, BRI biasanya menawarkan beberapa jenis KUR yang dapat diakses oleh pelaku UMKM:
- KUR Mikro: Jenis ini menawarkan plafon pinjaman hingga Rp50 juta per debitur. Keunggulannya adalah tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga sangat cocok bagi pelaku usaha kecil yang baru merintis atau sedang dalam tahap pengembangan awal.
- KUR Kecil: Untuk kebutuhan modal yang lebih besar, KUR Kecil menyediakan plafon pinjaman di atas Rp50 juta hingga Rp500 juta. Namun, jenis ini mensyaratkan adanya agunan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank.
- KUR TKI atau KUR PMI: Skema ini secara khusus ditujukan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memerlukan dukungan finansial untuk membiayai proses penempatan kerja mereka ke luar negeri.
Untuk tahun 2026, detail mengenai skema seperti suku bunga, plafon maksimal pinjaman, hingga tenor pembayaran masih menunggu regulasi resmi. Namun, berdasarkan kebijakan terakhir, suku bunga KUR berada di kisaran 6 persen efektif per tahun untuk debitur baru, dengan potensi penyesuaian yang akan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah mendatang.




