Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia (Kedubes Iran) menyampaikan apresiasi atas niat tulus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi mediasi dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sikap ini ditegaskan dalam keterangan tertulis Kedubes Iran yang diterima pada Minggu (1/3).

Dalam pernyataannya, Kedubes Iran secara eksplisit “menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini.” Mereka juga menekankan pentingnya respons tegas dari pejabat Indonesia terhadap agresi yang terjadi.

“Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia telah menyatakan penyesalan mendalam atas kegagalan perundingan antara AS dan Iran, yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Kemlu RI menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan keluar.

Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta penyelesaian perbedaan melalui cara damai. “Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kemlu RI pada Sabtu (28/2).

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. Situasi memanas setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil di Iran pada Sabtu (28/2) pagi.

Serangan tersebut menargetkan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan, yang dinilai melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran. Insiden tragis ini menyebabkan terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, serta menewaskan 200 anak perempuan di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab yang menjadi sasaran serangan.