Nasib Tim Nasional (Timnas) Malaysia untuk melaju ke putaran final Piala Asia 2027 masih menggantung. Keputusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait skandal naturalisasi ilegal tujuh pemain yang membelit Harimau Malaya hingga kini belum dibacakan, menambah ketidakpastian langkah mereka.
Sejatinya, Timnas Malaysia memiliki peluang untuk menyusul Timnas Indonesia dan Singapura yang telah memastikan tempat di Piala Asia 2027. Indonesia lolos setelah berhasil menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sementara Singapura mengamankan tiket usai menyingkirkan Hong Kong dan menjadi juara Grup C pada putaran ketiga kualifikasi Piala Asia.
Meskipun Harimau Malaya berhasil mengumpulkan poin sempurna dalam babak kualifikasi awal, perjalanan mereka diguncang oleh kasus naturalisasi ilegal. Skandal ini membuat Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan sanksi, meskipun implementasinya belum efektif dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga belum mengambil tindakan konkret terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) serta Timnas Malaysia.
Kasus tujuh pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia telah diajukan ke meja CAS. Namun, CAS menunda pembacaan keputusan atas skandal tersebut dan baru menjadwalkan pengumuman pada awal pekan depan.
Di tengah penundaan ini, FIFA telah menjatuhkan sanksi tambahan untuk Timnas Malaysia. Tiga hasil pertandingan uji coba yang berlangsung antara Juni hingga September 2025 dianulir oleh FIFA karena terbukti melibatkan pemain ilegal.
AFC diprediksi akan memberikan kabar buruk bagi Timnas Malaysia jika banding mereka ditolak oleh CAS. AFC berpotensi menganulir partisipasi Timnas Malaysia di Piala Asia 2027, berkaca pada kasus serupa yang menimpa Timor Leste.
Salah satu hasil yang berkesempatan besar dianulir adalah dua pertandingan debut Timnas Malaysia pada Kualifikasi Piala Asia 2027. Kala itu, Malaysia meraih kemenangan telak 2-0 atas Nepal dan 4-0 atas Vietnam di kandang sendiri. Tujuh pemain ilegal yang menjadi inti masalah ini diketahui turut membela Harimau Malaya dalam dua laga tersebut, menjadi bukti kuat bagi sanksi FIFA.
Meski nasibnya masih abu-abu, pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, tetap menunjukkan keyakinan akan adanya kesempatan bagi Harimau Malaya. “Saya tinggal di tanah harapan. Jika para pemain kembali, mereka akan menjadi bagian dari tim lagi dan berkontribusi pada perkembangan tim 2026,” ujar Peter Cklamovski.




