Komedian Ummi Quary baru-baru ini mengejutkan publik dengan pengungkapan kisah masa lalunya yang penuh liku. Sang ibunda, Hikma Yani, secara terbuka membeberkan fakta bahwa ia pernah berupaya menggugurkan kandungannya saat sedang mengandung Ummi Quary.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Hikma Yani dalam acara C8 Podcast yang dipandu oleh Ivan Gunawan. Kala itu, Hikma Yani mengaku mengetahui dirinya hamil di usia yang tidak lagi muda, yakni menginjak kepala empat.

Kondisi tersebut sontak memicu keraguan dan kekhawatiran dalam dirinya. Hikma Yani merasa tidak yakin akan kuat menjalani masa kehamilan di usia tersebut. Padahal, ia rutin menjalani program Keluarga Berencana (KB) dengan suntik tiga bulan sekali untuk mencegah kehamilan.

Namun, takdir berkata lain. Hikma Yani mengalami “kebobolan” dan kembali mengandung. Ivan Gunawan, sebagai pembawa acara, turut mengonfirmasi alasan di balik ketakutan sang ibunda.

“Berarti sebenarnya kenapa Mama enggak mau hamilnya Umi karena takutnya Mama karena udah umur dia. Takutnya kenapa-napa kita enggak kuat,” ujar Ivan Gunawan, mengulang kekhawatiran Hikma Yani.

Berbagai cara pun ditempuh Hikma Yani demi menghentikan proses kehamilannya. Ia mencoba mengonsumsi beragam ramuan dan makanan yang dipercaya dapat menggugurkan janin. Salah satunya adalah dengan rutin mengonsumsi buah nanas yang masih muda.

Tidak hanya nanas muda, Hikma Yani juga mencoba meminum air tape dalam jumlah yang cukup banyak. Upaya-upaya tradisional ini dilakukan dengan harapan janin yang ada di dalam kandungannya bisa meluruh dan keluar dari rahim secara alami.

Dalam perbincangan tersebut, Hikma Yani menceritakan secara detail usahanya meminum racikan alami. “Iya nanas muda, bukan nanas doang. Apa tuh air tape, semua di mama minum udah semua,” ungkap Hikma Yani.

Meski telah mencoba berbagai cara alami, janin yang dikandung Hikma Yani tetap bertahan dengan sangat kuat. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mencari bantuan medis di rumah sakit terdekat. Ia meminta dokter untuk memberikan suntikan khusus induksi.

Suntikan medis tersebut ditujukan untuk memicu kontraksi agar janin bisa keluar dengan cepat. “Terus udah pakai suntik mules dari rumah sakit itu kan, suntik mulus kan biar keluar beranak,” tambah Hikma Yani.

Sungguh ajaib, segala upaya medis maupun tradisional tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil. Kandungan Hikma Yani tidak mengalami masalah apapun dan janin Ummi Quary tetap menempel kokoh. “Ini aku mah beranak kagak kagak, enggak keluar-keluar,” jelasnya.

Setelah melihat kuatnya janin tersebut bertahan dari berbagai gempuran, Hikma Yani akhirnya merasa pasrah. Ia memilih untuk menerima takdir dan membiarkan kandungan tersebut tumbuh dengan sehat. Keputusan ini menjadi titik balik bagi keluarga mereka.

Ummi Quary pun akhirnya terlahir ke dunia dengan kondisi selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Akan tetapi, Hikma Yani menuturkan bahwa kondisi fisik Ummi saat dilahirkan sedikit berbeda. Kulit bayi Ummi saat itu terlihat sangat gelap dan hitam.

Kondisi kulit yang sangat gelap itu diduga kuat merupakan efek samping dari berbagai racikan dan obat yang dikonsumsi selama masa percobaan pengguguran janin. Ramuan alami maupun suntikan kimia tersebut disinyalir memberikan pengaruh besar pada fisik.

Terkait hal ini, Hikma Yani memberikan konfirmasi mengenai dugaan efek samping dari obat-obatan masa lalu tersebut. “Iya itu mungkin dari hasil yang obat-obat kan aku obatnya emang alami kan kayak air tape air nanas gitu-gitu,” ucap sang ibunda.