Masyarakat Karangasem, Bali, dihebohkan dengan beredarnya video asusila seorang siswi SMA Negeri 1 Abang. Video berdurasi 23 detik tersebut disebarkan secara licik oleh mantan kekasih korban melalui fitur Insta Story akun Instagram milik korban sendiri pada Kamis, 27 Februari 2026.
Modus Penyebaran dan Motif Sakit Hati
Pelaku berinisial P, yang merupakan mantan kekasih korban dan berasal dari Kecamatan Karangasem, memilih cara tak lazim untuk menyebarkan konten sensitif tersebut. Ia tidak menggunakan akun pribadinya, melainkan memanfaatkan akses yang masih dimilikinya ke akun Instagram korban, @lllhtuuputrrr. Video itu kemudian diunggah ke Insta Story, sehingga langsung terpampang di linimasa pengikut korban dan dengan cepat menyebar luas.
Aksi nekat pelaku ini diduga kuat dilatarbelakangi motif sakit hati pascaputus cinta. Setelah video tersebut viral, akun Instagram korban dilaporkan sudah tidak dapat ditemukan lagi atau telah dihapus, kemungkinan untuk meminimalisir dampak penyebaran yang masif di berbagai platform media sosial.
Dampak Viral dan Imbauan Kepolisian
Penyebaran video ini memicu lonjakan signifikan pada istilah pencarian “SMA Negeri 1 Abang” di mesin pencarian Google pada Kamis (26/2/2026). Warganet berbondong-bondong mencari informasi dan tautan video tersebut.
Namun, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang beredar, terutama di platform seperti TikTok dan X, karena banyak di antaranya merupakan jebakan phishing atau berisi malware. Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tidak turut menyebarkan konten asusila demi menjaga privasi dan kondisi psikologis korban.
Korban Trauma Berat, Polisi dan PPA Beri Pendampingan
Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan, membenarkan kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari korban karena kondisinya yang masih syok dan trauma berat pasca video tersebar luas.
Menyikapi kondisi korban, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Karangasem langsung bergerak cepat memberikan pendampingan psikologis intensif. Kepala UPTD PPA, Nyoman Budiartini, mengungkapkan bahwa kondisi korban sangat terguncang.
“Baru saja saya datang dari rumah si perempuan, kondisinya masih terguncang, tidak enak makan, terkadang saat tidur tiba-tiba bangun tengah malam sejak video itu tersebar,” ungkap Budiartini.
Insiden video syur yang diduga direkam di kawasan Tumbu, Karangasem, ini menjadi pengingat keras akan bahaya penyalahgunaan akses media sosial oleh mantan pasangan yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap keamanan akun media sosial masing-masing.



