Pembalap Pramac Racing Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menghadapi tantangan ganda menjelang debutnya di MotoGP Thailand 2026. Selain harus beradaptasi dengan motor dan atmosfer balapan kelas premier, rider asal Turki ini juga dituntut mengatur kondisi fisik di tengah bulan suci Ramadan.

Toprak mengungkapkan bahwa ia sempat menjalani ibadah puasa di awal masa persiapan intensif. Namun, tuntutan fisik yang tinggi selama sesi uji coba membuatnya harus menyesuaikan ritme agar tetap kompetitif saat berada di atas lintasan.

Tantangan Fisik di Lintasan

“Saya sempat menjalankan puasa di hari pertama, tetapi setelah turun ke lintasan untuk menjalani tes, kondisi fisik menuntut saya mengisi energi sehingga puasa tidak bisa dilanjutkan,” ucap Toprak, seperti dilansir Crash.

Keputusan untuk tidak melanjutkan puasa saat tes merupakan bagian dari strategi Toprak untuk menjaga performa puncak. Balapan MotoGP menuntut stamina dan konsentrasi yang luar biasa, sehingga asupan energi menjadi krusial.

Kembali Berpuasa Setelah Tes

Menariknya, setelah rangkaian tes selesai, Toprak kembali melanjutkan ibadah puasanya selama beberapa hari. Ini menunjukkan komitmennya terhadap kewajiban pribadi sebagai seorang muslim, meskipun dihadapkan pada jadwal profesional yang padat.

“Saya kembali berpuasa selama dua hari setelah menjalani tes,” sambungnya.

Situasi ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kewajiban sebagai atlet profesional dan komitmen pribadi. Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP Thailand 2026 tidak hanya menjadi ajang pembuktian di lintasan, tetapi juga ujian adaptasi personal di tengah Ramadan.